Peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Singojuruh Penuh Nilai Sejarah Suasana kemeriahan karnaval
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Singojuruh Penuh Nilai Sejarah

236x Dilihat

Suasana penuh semangat kebangsaan menyelimuti Kecamatan Singojuruh pada Rabu siang (26/8/2026). Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, kawasan ini menggelar aksi karnaval budaya yang tak biasa. Mengusung tema “Napak Tilas Singojuruh Sejatine Blambangan”, sebanyak 21 kelompok peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, instansi pemerintah, hingga komunitas warga lokal, tampil totalitas menghadirkan kembali identitas sejarah bumi Blambangan ke hadapan publik.

Tema yang diusung pun bukan sekadar kata-kata, melainkan refleksi mendalam atas nilai sejarah yang tertanam kuat di tanah Singojuruh. Daerah ini memegang peranan penting dalam perlawanan rakyat Blambangan melawan VOC. Nama daerah ini diserap dari figur tangguh Singo Manjuruh, seorang panglima perang legendaris Kerajaan Blambangan. Tak hanya itu, kawasan Singojuruh juga mencatatkan jejak sebagai salah satu benteng dan pusat pertempuran krusial pada era Perang Bayu di abad ke-18. Narasi historis yang sarat akan pertumpahan darah dan harga diri bangsa inilah yang kemudian ditransformasikan menjadi sebuah karnaval yang sarat makna.

Camat Singojuruh, Iwan Yos Sugiharto, menegaskan pentingnya menjaga tradisi perayaan ini sebagai pengingat akar budaya. "Acara ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan untuk memperingati kemerdekaan RI, serta untuk menghormati perjuangan para leluhur," ujarnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan seluruh lapisan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan masyarakat Singojuruh tidak pernah padam dan justru semakin solid dari tahun ke tahun.

Daya tarik karnaval ini terletak pada ragam aksi teatrikal yang disajikan secara apik oleh para peserta. Setiap kelompok tak sekadar berparade dengan pakaian tradisional, melainkan membawakan fragmen tari dan drama singkat yang mengisahkan kepahlawanan rakyat Blambangan sewaktu menggempur VOC. Suara dentuman musik, kostum nan autentik, serta penjiwaan para peserta sukses menyihir penonton, seolah-olah membawa mereka melintasi lorong waktu menyaksikan secara langsung sengitnya perlawanan para leluhur di masa lampau.

Penyelenggaraan karnaval berbasis sejarah ini menjadi inovasi edukasi publik yang efektif. Melalui kemasan yang interaktif, segar, dan menghibur, pesan sejarah yang tebal tidak lagi terasa kaku atau membosankan. Nilai-nilai keberanian, pengorbanan, dan ketangguhan dari figur Singo Manjuruh serta para pejuang Perang Bayu dapat dengan mudah diserap dan diwariskan kepada generasi muda. Karnaval HUT RI ke-81 di Singojuruh ini pun tidak hanya sukses menjadi pesta rakyat yang meriah, tetapi juga berhasil merawat ingatan kolektif masyarakat akan warisan luhur tanah kelahirannya.