Yosomulyo Desa Menari 2026, Persembahan Karya Lintas Generasi dari Panggung Budaya Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi

Yosomulyo Desa Menari 2026, Persembahan Karya Lintas Generasi dari Panggung Budaya Banyuwangi

136x Dilihat

Gelaran akbar Yosomulyo Desa Menari 2026 sukses menyedot perhatian publik. Bertempat di Lapangan Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Minggu siang (20/09/2026), acara ini menampilkan 1000 penari lintas generasi yang memukau ribuan penonton lewat pementasan kolosal bertajuk Holopis Kuntul Baris. Pertunjukan utama disajikan dalam balutan drama teatrikal yang sarat makna. Visualisasi tersebut menggambarkan kehidupan agraris masyarakat desa yang damai, harmonis, serta penuh semangat kebersamaan usai masa perjuangan melawan penjajah.

Kemeriahan acara ini merupakan buah manis dari kerja keras seluruh elemen masyarakat setempat. Kepala Desa Yosomulyo, Joko Utomo Purniawan, mengungkapkan rasa bangganya atas semangat kolektif yang ditunjukkan oleh warganya dalam menyukseskan perhelatan akbar tersebut.

"Kesuksesan hari ini adalah bukti nyata dari tradisi tandang bareng dan eratnya kerja sama antarwarga. Seluruh rangkaian acara murni lahir dari inisiatif mandiri masyarakat demi merawat serta melestarikan warisan budaya leluhur secara bersama-sama," ujar Joko.

Daya tarik pementasan ini semakin istimewa berkat partisipasi aktif lintas generasi. Mulai dari anak-anak, remaja, paruh baya, hingga para lansia turut berbaris rapi membawakan tarian. Para penari tampil kompak mengenakan busana kain batik bermotif buah asam—sebuah karya orisinal warga Yosomulyo yang dinamai Batik Karang Asem, mengenang memori masa lalu ketika desa tersebut dipenuhi pohon asam.

Nuansa magis dan semarak pagelaran ini turut menarik perhatian wisatawan mancanegara. Esme dan Lian, dua pelancong asal Belanda, tampak antusias menikmati setiap detik pertunjukan.

"Kami merasa sangat beruntung dan terpesona bisa menyaksikan langsung acara ini. Keindahan tariannya begitu luar biasa karena disajikan dengan melibatkan berbagai kelompok usia secara bersamaan," tutur Esme.

Melalui pementasan ini, masyarakat Yosomulyo sekali lagi membuktikan bahwa kekuatan gotong royong dan kecintaan pada budaya mampu melahirkan sebuah karya mahakarya yang membanggakan. Diharapkan, agenda tahunan yang sarat akan nilai kebersamaan ini mampu terus berlanjut, sekaligus semakin memperkokoh posisi Banyuwangi sebagai salah satu pusat destinasi wisata berbasis budaya di kancah nasional maupun internasional.