Wisatawan Manca Ikut War Takjil di "Ngerandu Buko" Pantai Boom Marina Banyuwangi Wisatawan Manca ikut ramaikan Ngerandu Buko
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Wisatawan Manca Ikut War Takjil di "Ngerandu Buko" Pantai Boom Marina Banyuwangi

223x Dilihat

Ramadan menjadi momen yang sangat dinantikan masyarakat, termasuk di Banyuwangi yang menyambutnya dengan pasar takjil "Ngerandu Buko". Tradisi menunggu waktu berbuka ini menjadi pusat keramaian bagi warga yang ingin berburu kuliner.

 

Salah satu lokasi paling ikonik berada di kawasan wisata Pantai Boom Marina yang langsung diserbu pengunjung sejak hari pertama puasa. Warga memadati area ini untuk ngabuburit sambil menikmati pemandangan kapal-kapal yang bersandar.

 

Pengunjung bisa menemukan aneka kudapan khas seperti petula, aneka bubur, kolak, hingga hidangan tradisional precet dan nasi tempong. Beragam minuman segar juga tersedia lengkap untuk membatalkan puasa di pinggir pantai.

 

Di antara kesibukan pasar Ngerandu Buko pada hari pertama puasa, Kamis (19/2/2026), tampak sejumlah turis asing ikut berkeliling stan, mencicipi jajanan tradisional, hingga berbincang dengan para pedagang. Mereka tampak tertarik dengan berbagai menu khas Banyuwangi yang tersaji di pasar Ngerandu Buko.

 

Glenn, wisatawan asal Amerika Serikat, mengaku terkesan dengan suasana Ramadhan di Banyuwangi. Menurutnya, pengalaman berburu takjil sambil menikmati panorama senja di tepi pantai menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

 

“Pasar Ramadhan ini sangat menarik. Saya tidak menyangka seramai ini perayaan Ramadhan di Banyuwangi. Sangat berbeda dengan suasana di Bali maupun Lombok. Ini pengalaman budaya yang luar biasa,” katanya.

 

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus memfasilitasi pasar takjil ini di berbagai wilayah. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi, melainkan penggerak ekonomi warga.

 

"Pastinya dengan adanya pasar takjil ini ribuan warga dan UMKM terlibat. Momentum ini kita manfaatkan untuk menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi rakyat," kata Bupati Ipuk.

 

Ada sekitar 250 pedagang yang berjualan di sana, mulai dari sore hingga malam hari. Keramaian ini bahkan menarik perhatian wisatawan asing yang mengaku kagum dengan suasana Ramadan di Banyuwangi yang sangat meriah.

 

Selain soal ekonomi, Bupati Ipuk juga menaruh perhatian besar pada masalah lingkungan, terutama sampah plastik. Beliau mengimbau agar pedagang dan pembeli mulai membiasakan diri membawa kantong belanja sendiri dari rumah.

 

"Sampah plastik adalah masalah besar bangsa ini. Program membawa tas belanja sendiri adalah upaya kita melaksanakan komitmen Banyuwangi ASRI guna mendukung kebijakan penanganan sampah," pungkas Bupati Ipuk.