Wisatawan Belanda Terkesima oleh Kehangatan Tradisi Tumpeng Sewu di Banyuwangi Wisatawan Mancanegara Shandah dan Ayesha di Tradisi Tumpeng Sewu Desa Kemiren Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi

Wisatawan Belanda Terkesima oleh Kehangatan Tradisi Tumpeng Sewu di Banyuwangi

250x Dilihat

Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangikembali membuktikan daya tarik budayanya dengan menggelar tradisi Tumpeng Sewu yang berhasil memikat perhatian wisatawan mancanegara. Di antara ribuan pengunjung, Shandah dari Belanda dan Ayesha dari Italia mengungkapkan kekaguman mereka terhadap tradisi unik yang dipenuhi kehangatan dan kebersamaan ini. Kamis malam, (29/5/2025).

Shandah mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Banyuwangi yang menurutnya sangat tulus.

"Saya benar-benar terpukau dengan keramahan masyarakat di sini. Interaksi yang saya alami selama tradisi Tumpeng Sewu sungguh membuat saya merasa diterima dengan sangat baik," ujar Shandah. Ia menilai acara ini tidak hanya memberikan pengalaman budaya, tetapi juga menciptakan kenangan yang sangat berkesan.

Hal serupa diungkapkan oleh Ayesha. Wisatawan asal Italia ini merasa takjub dengan kehangatan yang ia rasakan selama berada di tengah-tengah perayaan Tumpeng Sewu.


"Kehangatan yang saya rasakan di sini sungguh luar biasa. Terima kasih untuk pengalaman mendalam ini. Saya merasa sangat beruntung bisa menyelami budaya yang begitu kaya," ungkapnya penuh rasa syukur.

Tradisi Tumpeng Sewu, yang melibatkan ribuan tumpeng hasil gotong royong warga, telah menjadi salah satu daya tarik utama Banyuwangi. Bagi Shandah dan Ayesha, tradisi ini bukan hanya sekadar acara budaya, tetapi juga sebuah jembatan yang menghubungkan mereka dengan masyarakat lokal, memberikan pemahaman langsung akan nilai-nilai kebersamaan yang kental di Desa Kemiren.

Kehadiran wisatawan asing di acara ini menunjukkan bahwa tradisi Tumpeng Sewu mampu menarik perhatian dunia, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai simbol kearifan lokal yang menyatukan berbagai latar belakang dalam semangat persaudaraan. Banyuwangi pun semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat pariwisata budaya yang menginspirasi.