Viral Poster Film Lemah Santet Banyuwangi, Kadisbudpar: Sangat Menyayangkan koordinasi berbagai sektor terkait film "Lemah Santet Banyuwangi"
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Viral Poster Film Lemah Santet Banyuwangi, Kadisbudpar: Sangat Menyayangkan

247x Dilihat

Poster film "Lemah Santet Banyuwangi" yang diunggah oleh MD Entertainment di media sosial pada Rabu (5/3/2025) memicu kontroversi di kalangan masyarakat Banyuwangi.

 

Film yang diadaptasi dari sebuah thread horor yang populer di platform X (jeropoint) dijadwalkan tayang pada 8 Mei 2025 ini dianggap mencoreng citra daerah Banyuwangi yang dikenal dengan julukan Bumi Blambangan.

 

Ketua DPC PARFI Banyuwangi, Denny Sun'anudin, bersama anggota Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi, menggelar diskusi dan bertemu dengan Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman, pada Kamis (6/3/2025). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menolak penayangan film tersebut.

 

Danny Sun'anudin menyatakan bahwa film tersebut mengadaptasi peristiwa pembantaian dukun santet tahun 1998 di Banyuwangi, yang merupakan peristiwa kelam dan sensitif.

 

Pihaknya merasa tersinggung dan marah karena film tersebut dapat merusak citra positif Banyuwangi sebagai daerah pariwisata dan budaya.

 

Denny Sun'anudin menegaskan bahwa santet yang diajarkan leluhur mereka adalah "santet mahabbah," yaitu tentang cinta dan kasih sayang, bukan tindakan negatif.

 

Ketua Pengurus Komite Media Rekam DKB Banyuwangi, A. Rahmatullah John, keberatan dengan penggunaan nama Banyuwangi dalam judul film.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Disbudpar Banyuwangi, Taufik Rohman, menyatakan bahwa pihak produksi film tidak pernah meminta izin atau berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

 

"Mereka belum pernah meminta izin atau berkoordinasi kepada kami untuk pembuatan film tersebut. Dengan melihat judul dan isi yang mengadopsi cuitan di X sangat berdampak negatif dan downgrade dengan keadaan Banyuwangi saat ini," kata Taufik.