Transaksi Ekonomi Banyuwangi Kolo Semono Capai 94 Juta Rupiah
Pameran kolosal Banyuwangi Kolo Semono sukses menjadi penggerak geliat ekonomi UMKM. Selama lima hari pelaksanaannya, yaitu mulai tanggal 3 hingga 7 Juni 2024, pameran ini menghasilkan transaksi ekonomi sebesar Rp. 94.000.000.
Laporan kerja Plt. Disbudpar Banyuwangi menyampaikan bahwa terdapat 28 stand UMKM dan 16 stand pameran yang turut memeriahkan pameran Banyuwangi Kolo Semono. Ia mengungkap bahwa omset rata-rata tiap UMKM mencapai Rp. 500.000 hingga Rp. 1000.000 setiap harinya.
“Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Banyuwangi dalam menggerakkan roda perekonomian UMKM, mereka bisa mengais rezeki dari event yang telah diselenggarakan,” kata Taufik, Jumat (07/06).
Tercatat, stand pameran batu akik menjadi yang paling banyak diminati di pameran ini. Cahyo, salah satu pedagang akik menuturkan bahwa segmentasi konsumen batu akik sangat luas mulai dari anak-anak hingga dewasa. Ia dan teman-teman Komunitas Akik pun membawa beragam jenis akik agar dapat menjangkau semua kalangan.
“Kami, komunitas akik sangat terbantu dengan adanya pameran ini. Hal terpenting adalah kami dapat eksposure, jadi di sini dapat pelanggan baru, teman baru yang ke depannya dapat menjadi kolega bisnis,” imbuhnya.
Selain akik, terdapat stand-stand lain yang juga diserbu oleh pengunjung. Stand tersebut atara lain stand kerajinan tangan, batik Banyuwangi, makanan tradisional serta kedai kopi. Sementara untuk stand UMKM yang menyediakan makanan kekinian juga turut mendulang untung.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani juga menuturkan bahwa di setiap penyelenggaraan kegiatan, Pemkab Banyuwangi konsisten memberikan ruang ke pada para pelaku UMKM.
“Kegiatan ini merupakan cara Pemerintah Banyuwangi dalam mengemas sejarah, budaya, pendidikan dan ekonom menjadi satui, juga termasuk bentuk sinergi antar instansi,” tuturnya.

