Tradisi Seni Budaya Semarakkan Libur Lebaran di Banyuwangi Ritual Seblang Olehsari
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Tradisi Seni Budaya Semarakkan Libur Lebaran di Banyuwangi

365x Dilihat

Libur Lebaran merupakan momen berkumpul denga keluarga yang biasa dimanfaatkan untuk berwisata. Banyuwangi menawarkan berbagai jenis wisata yang dapat menjadi jujugan di momen libur ini.  Mulai dari wisata alam, kuliner, hingga wisata budaya semua tersedia di Banyuwangi. 

Khusus di momen Lebaran, terdapat atraksi seni budaya yang digelar oleh masyarakat adat di Banyuwangi. Berikut beberapa rekomendasi atraksi seni dan budaya yang dihelat saat libur lebaran di Banyuwangi. 

1.Barong Ider Bumi, sebuah tradisi ritual bersih desa dan tolak bala yang dilakukan oleh Suku Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1800-an dan digelar setiap tanggal 2 Syawal atau hari ke-dua Idul Fitri. Dalam ritual ini, warga bersama-sama mengarak Barong keliling desa dengan diiringi tembang macapat yang berisi doa. Ritual diakhiri dengan selamatan yang menyajikan kudapan khas Suku Osing yaitu Pecel Pitik. 

2.Seblang Olehsari merupakan tradisi kuno yang berfungsi sebagai ritual tolak bala bagi masyarakat Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Penari dalam ritual Seblang merupakan seorang gadis yang memiliki keturunan leluhur penari Seblang dan dipilih secara spiritual. Ritual ini memiliki nuansa magis yang kental lantaran sang penari akan menari dalam keadaan trance selama tujuh hari tujuh malam dengan balutan busana tradisional dengan ornamen alam seperti janur, daun pisang dan bunga. Ritual ini biasanya dimulai pada tanggal 3 hingga 5 Syawal di Balai Adat Olehsari. 

3.Sendratari Meras Gandrung, merupakan pementasan kolosal yang bercerita tentang prosesi perjuangan seorang penari Gandrung dalam mengatasi tantangan dan ujian agar dapat "diwisuda” menjadi penari seutuhnya. Pementasan ini menjadi semakin ikonik karena digelar di Taman Gandrung Terakota yang notabene merupakan sebuah situs budaya. Di taman tersebut terdapat ratusan patung penari gandrung yang terhampar di area persawahan Lereng Gunung Ijen.  

4.Puter Kayun, merupakan tradisi warga Boyolangu, Kecamatan Giri, saat memasuki hari ke sepuluh  Bulan Syawal. Tradisi ini dilaksanakan untuk menepati janji warga Boyolangu pada para leluhur yang telah berjasa membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi. Mereka melakukan napak tilas dengan menaiki delman hias dari Boyolangu menuju Watu Dodol. 

“Libur lebaran menjadi momentum penggerak perekonomian. Selain bersilaturahmi, tentunya para pemudik juga ingin berwisata dengan keluarga. Maka, Banyuwangi menyiapkan sejumlah atraksi seni yang bisa ditonton, selain destinasi wisata yang bisa dikunjungi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (5/4/2024).

Pada tanggal 13 April mendatang, juga akan digelar Festival Diaspora Banyuwangi. Acara ini merupakan kesempatain baik untuk mengenal dan merajut tali silaturahmi dengan saudara-saudara perantauan. 

“Ini ajang untuk memperkuat silaturahmi warga Banyuwangi dari berbagai kota di Indonesia dan belahan dunia. Kami ajak kumpul, saling lepas kangen, dan kami berharap bisa saling sharing dan tukar ide bagaimana memajukan Banyuwangi. Kami ajak mereka berkontribusi untuk daerahnya,” ajak Ipuk.