Tingkatkan Rasa Cinta Terhadap Seni Lokal, Banyuwangi Gelar Festival Tari dan Musik Tradisional  Festival Tari dan Musik Tradisional
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Tingkatkan Rasa Cinta Terhadap Seni Lokal, Banyuwangi Gelar Festival Tari dan Musik Tradisional 

258x Dilihat

Dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia dengan julukan kota penari, Banyuwangi tetap berupaya menghasilkan karya-karya seni tari tradisional. Salah satunya dengan menggelar Festival Tari dan Musik Tradisional, yang diikuti para pelajar SD dan SMP di taman Untung Suropati, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar (19/09/2024).

 

Terbagi menjadi dua kategori tari, mereka di tingkat SD membawakan tari Walang Kadung, Cakup, Rampak Celeng, dan tingkat SMP membawakan Tari Punjari, Sabuk Mangir, Kembang Pethingan.

 

Festival ini sangat menarik perhatian para orang tua dan wali murid yang turut mendukung putra putrinya yang masih duduk di bangku sekolah. Pasalnya mereka yang dari jauh pun turut hadir dalam festival yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi.

 

"Meskipun era serba modern, kami dorong anak-anak untuk tetap dapat melestarikan kesenian tradisional, dalam hal ini adalah tari dan musik tradisional. Supaya karya seni tari dan musik yang diciptakan para maestro dahulu tetap lestari hinggi anak cucu kita nanti." ungkap Kadispendik Suratno.

 

Setiap tari tradisional memiliki keunikan masing-masing yang membedakan dari tari lainnya. 

 

Salah satu peserta asal SDN 2 Sambirejo Kecamatan Bangorejo, Margaretna Tiara Deva mengaku sangat antusias untuk mengikuti kegiatan Festival Tari dan Musik Tradisional untuk memgembangkan bakat dirinya.

 

"Saya sangat tertarik untuk mengikuti festival ini salah satunya untuk mengembangkan potensi diri saya di dunia seni tari. Dan juga tentunya untuk melestarikan seni budaya yang ada di Banyuwangi," ungkap Tiara.