Tiba di Banyuwangi, Band Kotak Disambut Kuliner Otentik Pecel Rawon Kotak Band cobain Pecel Rawon khas Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Tiba di Banyuwangi, Band Kotak Disambut Kuliner Otentik Pecel Rawon

722x Dilihat

Suasana hangat menyelimuti Pendopo Sabha Swagata Blambangan pada Sabtu (20/12/2025), saat jajaran personel band rock papan atas Indonesia, Kotak, hadir di Banyuwangi. Kehadiran mereka di bangunan bersejarah kebanggaan masyarakat Banyuwangi ini tidak hanya untuk urusan formal, melainkan juga untuk sebuah petualangan sejarah yang tak terlupakan.

 

Dalam kehadirannya, mereka disambut sajian Pecel Rawon, kuliner otentik yang menjadi salah satu identitas kuliner Bumi Blambangan. Menu legendaris ini memiliki keunikan tersendiri karena berani mencampurkan dua elemen rasa yang kontras, yakni bumbu pecel terbuat dari kacang yang manis pedas dengan gurihnya kuah hitam pekat khas rawon.

 

Cella, sang gitaris yang memang memiliki kedekatan emosional dengan Banyuwangi, menjadi sosok yang memperkenalkan menu tersebut kepada rekan-rekan bandnya. Baginya, kunjungan ke ujung timur Pulau Jawa ini belum bisa dikatakan lengkap tanpa mencicipi perpaduan sayuran segar, bumbu kacang, dan siraman kuah kluwek yang menggoda selera.

 

"Ini adalah kuliner otentik Banyuwangi yaitu Pecel Rawon. Jadi, perpaduan pecel dan rawon ini sangat nikmat dan teman-teman Kotak harus mencoba," ujar Cella.

 

Ketertarikan para personel langsung terlihat saat hidangan tersebut disajikan di hadapan mereka. Aroma rempah yang kuat dari kuah rawon yang berpadu dengan wangi kacang tanah sangrai menciptakan sensasi baru yang jarang mereka temukan dalam tur kuliner di kota-kota lain sebelumnya.

 

Tantri, sang vokalis, sempat mengaku terkejut dengan cita rasa unik tersebut. Sebagai seseorang yang sangat akrab dengan pecel khas Madiun, daerah asal sang suami, Tantri awalnya tidak membayangkan bagaimana rasa pecel jika harus berenang di dalam kuah daging yang gurih.

 

"Jadi suamiku ini orang Madiun, nah di sana khas banget pecelnya. Namun, ketika melihat kuliner Banyuwangi perpaduan antara pecel dan rawon ini, ternyata sangat lezat banget," ungkap Tantri.

 

Kekaguman Tantri bukan tanpa alasan, tekstur renyah dari sayuran pecel tetap terjaga meski tersiram kuah rawon yang panas. Rasa manis dari bumbu kacang justru memberikan dimensi rasa baru yang menyeimbangkan rasa rempah kluwek yang cenderung kuat dan pekat.

 

Momen makan bersama di Pendopo Sabha Swagata ini pun berlangsung cair dan penuh tawa. Selain menikmati hidangan, para personel Kotak juga mengapresiasi keramahtamahan warga Banyuwangi dan upaya pemerintah daerah dalam melestarikan warisan kuliner tradisional di tengah arus modernisasi.