Tangis Haru Warnai Seleksi Gandrung Sewu 2024
Guyuran hujan tak menghalangi antusiasme ratusan siswa untuk mengikuti seleksi Gandrung Sewu di Kantor Kecamatan Muncar pada Selasa siang (30/07). Seleksi hari ketiga tersebut diikuti oleh wilayah kecamatan Muncar dan kecamatan Srono.
Seleksi terbagi ke dalam beberapa sesi di mana seluruh peserta secara serentak menarikan tari Gandrung Gorit Mangir. Kelompok peserta terdiri dari usia SD, SMP, dan SMA. Mereka datang mewakili sekolah masing-masing.
Setiap tahunnya, Gandrung Sewu menjadi ajang yang ditunggu-tunggu oleh siswa di Banyuwangi. Pasalnya, siswa yang berhasil lolos menjadi penari Gandrung Sewu memiliki prestis baik untuk diri sendiri maupun sekolah. Tak heran, tangis haru dan tangis kecewa selalu menyelimuti momen seleksi. Para peserta saling memeluk untuk berbagai kebahagiaan, juga untuk saling menyemangati lantaran harus mencoba peruntungan di tahun depan.
Suko Prayitno, ketua Paguyuban Pelatih Tari dan Seni Banyuwangi (Patih Senawangi) menjelaskan bahwa, pada dasarnya seluruh peserta memiliki kemampuan yang bagus. Proses seleksi dilakukan demi memilih yang terbaik di antara mereka.
"Animo Gandrung Sewu ini setiap tahunnya selalu tinggi, jadi kami harus jeli di setiap sesi. Proses seleksi ini juga sama sekali tidak dipungut biaya, peserta dipilih berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Peserta yang belum lolos dapat mengikuti seleksi tahun depan, " ungkap Suko.
Euforia dirasakan oleh Hikmah Izzathin Nisya, siswa SMPN 2 Srono yang berhasil lolos seleksi. Ia datang bersama guru dan teman-temannya
"Alhamdulillah senang sekali saya lolos seleksi. Semoga saya dan teman-teman dapat turut melestarikan kesenian Gandrung khas Banyuwangi, saya ikut seleksi ini dengan dampingan guru dan tidak dipungut biaya sepeserpun," tuturnya.
Momen itu tak hanya dipadati oleh peserta, namun juga orang tua yang mendampingi, salah satunya Vivi Rubianti. Warga desa Parijatah Kulon itu setia mendampingi putrinya yang merupakan siswa MTSN 3 Banyuwangi hingga lolos seleksi.
"Saya sangat senang dan bangga, putri saya Dhini Maulidina lolos seleksi. Alhamdulillah seleksi Gandrung Sewu tidak ada pungutan biaya sama sekali, malah didampingi oleh guru dari sekolah," tutur Vivin.
Setelah proses seleksi, seluruh peserta akan berlatih secara intensif hingga hari pementasan di bulan Oktober nanti. Mereka akan membawakan sajian tari Gandrung kolosal dengan tema Payung Agung episode Ngeronce Kembang. Tema tersebut terinspirasi dari keragaman etnis di Banyuwangi yang berada dalam satu naungan payung Bumi Blambangan.
Proses seleksi masih akan terus berlangsung hingga tanggal 4 Agustus nanti. Zona seleksi terbagi ke dalam delapan wilayah baik di utara maupun selatan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan peserta mengingat wilayah Banyuwangi sangatlah luas.

