Tak Hanya Hotel, Homestay di Banyuwangi Juga Merasakan Dampak Positif Libur Nataru Tamu DIdu's Homestay
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Tak Hanya Hotel, Homestay di Banyuwangi Juga Merasakan Dampak Positif Libur Nataru

308x Dilihat

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan momen kebangkitan industri pariwisata di Banyuwangi. Hal ini memberikan dampak ekonomi positif bagi penggiat pariwisata dan hotel di Banyuwangi.

Sejak tanggal 22 hingga 26 Desember 2023 tercatat, Kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini dipadati pengunjung. Banyuwangi salah satu Kabupaten yang menjadi incaran para pelancong. Melihat keindahan baik wisata alam dan buatan di Banyuwangi, menjadi salah satu primadona para wisatawan. Apalagi disaat musim libur, wisatawan sangatlah meningkat drastis.

Owner Didu's Homestay, Djoko Subagio mengungkapkan rasa syukur kami sangat merasakan dampak luar biasa dari long weekend ini. 

"Tentunya kami telah menyiapkan strategi sebelumnya untuk menangkap momentum libur Nataru tahun ini." ungkap Djoko.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi Mohammad Yanuarto Bramuda mengungkapkan rasa syukur kepada para pelaku pariwisata di Banyuwangi yang telah menerima dampak ekonomi secara langsung pada libur Nataru tahun ini.

"Momen libur Nataru ini tidak hanya dirasakan oleh hotel berbintang, namun homestay-homestay di Banyuwangi pun turut merasakan dampak positifnya." kata Bramuda.

Berdasarkan data dari yang masuk, jumlah wisatawan yang berkunjung ke beberapa destinasi wisata favorit di Banyuwangi pada 22-25 Desember 2023 antara lain: Pulau Merah 6.555 orang, Pantai Cacalan 3304 orang, Jopuro 3.171 orang, Grand Watudodol 2.468 orang, Tamansari 1520 orang. Total data realtime e-tax keseluruhan destinasi di Banyuwangi lonjakan pengunjung saat ini mencapai 29.346 orang.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ini tentu berdampak positif bagi sektor pariwisata di Banyuwangi. Hal ini terlihat dari meningkatnya okupansi hotel dan homestay yang mencapai 100%.

Selain itu, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan juga berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat Banyuwangi. Hal ini terlihat dari meningkatnya penjualan makanan dan minuman, suvenir, serta jasa transportasi.

Dengan keberhasilan Banyuwangi dalam menarik wisatawan selama libur Nataru tahun ini, diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan pariwisata di Banyuwangi.

Belum lama ini, Banyuwangi mendapat penghargaan Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia (ABBWI) 2023 di Jakarta. Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) memilih Pemkab Banyuwangi menjadi juara pertama kategori kabupaten/kota yang serius mengelola sektor pariwisata.

Pemkab Banyuwangi dinilai mampu mengorkestrasi dunia wisata. Tidak semata untuk mengundang kehadiran wisatawan tetapi juga dianggap mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, sistem sosial, hingga budaya.

Ada 6 indikator penilaian bagi setiap daerah dalam penerapan program Bangga Berwisata di Indonesia. Di antaranya adalah destinasi terkurasi, strategi peningkatan kunjungan wisatawan, jumlah event dengan berbagai skala, alokasi anggaran, hingga penguatan branding dan promosi.