Syuting di Desa Kemiren, Audrey Bianca Tampilkan Wajah Banyuwangi di Miss World 2026
Miss Indonesia 2025, Audrey Bianca Callista memilih Desa Wisata Adat Osing Kemiren sebagai lokasi syuting video profilnya untuk ajang Miss World 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung di Vietnam pada 9 Agustus hingga 5 September mendatang. Keputusan memilih Kemiren didasari oleh kekayaan lanskap budayanya yang sangat fotogenik dan otentik. Desa ini bukan hanya sekadar menjadi latar belakang, melainkan menjadi elemen kunci yang mampu memperlihatkan kedalaman karakter dan keelokan budaya Banyuwangi kepada audiens internasional.
Sepanjang proses pengambilan gambar, talenta muda asal Jakarta itu tampak melebur dengan kearifan lokal masyarakat Osing. Tidak sekadar berpose, ia pun terjun langsung melakukan berbagai aktivitas adat yang menjadi napas kehidupan di Desa Kemiren. Mulai dari memainkan seni musik Gedogan hingga belajar membuat batik dengan motif khas Banyuwangi. Aktivitas warga yang masih memegang teguh tradisi menciptakan sinematografi yang otentik dan elegan.
Keunikan kuliner khas Osing juga menjadi daya tarik yang tidak dilewatkan dalam produksi video ini. Proses pengolahan Pecel Pithik yang menggunakan metode tradisonal menjadi sorotan utama. Melalui proses ini, potensi gastronomi desa terlihat sangat kuat, di mana bahan-bahan lokal diolah menjadi hidangan dengan cita rasa yang berkelas. “Setelah mengikuti proses memasak, saya mencicipi pecel pithik ini dan rasanya sangat kompleks, gurih segar dan sedikit pedas,” ujar Audrey setelah mencicipi Pecel Pithik (14/04/2026).
Tak hanya soal kuliner, tata ruang dan suasana desa yang asri memberikan pengalaman eksplorasi yang seru dan edukatif. Audrey melihat potensi besar desa ini sebagai destinasi unggulan yang wajib masuk dalam daftar kunjungan para pelancong. “Desa adat osing menyimpan potensi wisata yang kaya dan seru sekali untuk eksplor, ini adalah destinasi yang wajib dikunjungi saat di Banyuwangi,” tambahnya.
Hadirnya Desa Kemiren dalam video profil Miss World 2026 menjadi sinyal kuat bahwa pariwisata berbasis adat di Banyuwangi telah siap bersaing di kancah global. Dengan segala potensi yang dimiliki, mulai dari arsitektur rumah adat hingga keramahtamahan penduduknya, Kemiren kini bukan lagi sekadar destinasi lokal, melainkan permata budaya yang siap memukau masyarakat dunia.

