Start di Surga Cokelat Dunia: Etape “Eropa van Java" Guncang Tour de Banyuwangi Ijen 2025 Para pembalap TdBI diguyur hujan
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Start di Surga Cokelat Dunia: Etape “Eropa van Java" Guncang Tour de Banyuwangi Ijen 2025

234x Dilihat

Gelaran Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025 kembali menyuguhkan pemandangan spektakuler di etape ketiga yang digelar pada Rabu siang (30/07/2025). Dengan jarak tempuh 140,3 kilometer, para pembalap memulai adu kecepatan dari RTH Glenmore yang ikonik, sebelum akhirnya melesat menuju garis finis di Kantor Pemkab Banyuwangi. Etape kali ini tidak hanya menantang fisik para atlet, namun juga memanjakan mata dengan lanskap perkebunan cokelat yang subur, menegaskan julukan Glenmore sebagai "Eropa van Java" yang kaya akan sejarah dan pesona agrowisata.

 

“Etape ketiga yang kita mulai dari Kecamatan Glemore ini menjadi pemanasan sebelum para pembalap menghadapi etape terakhir yang akan menyuguhkan tanjakan legendaris menuju Paltuding Ijen esok hari,” ungkap Guntur Priambodo, Chairman TdBI 2025. 

 

Glenmore, sebuah kecamatan di Banyuwangi, memang dikenal luas sebagai salah satu sentra perkebunan terbesar di Jawa Timur. Julukan "Eropa van Java" bukanlah tanpa alasan, selain nama wilayah yang berbau Eropa, daerah ini juga menyimpan sejarah panjang sebagai pusat perkebunan komoditas kelas dunia. Aura klasik nan eksotis sangat terasa, menciptakan latar belakang yang unik bagi balap sepeda internasional. Para pembalap seolah diajak menyelami lorong waktu, berpacu di antara jejak-jejak masa lalu yang tetap produktif hingga kini.

 

Tak hanya sejarah, Glenmore juga menjadi kebanggaan Banyuwangi sebagai penghasil cokelat berkualitas kelas dunia. Biji-biji kakao dari perkebunan ini diolah menjadi cokelat premium yang telah diakui pasar internasional. Selama etape ketiga ini, penonton dan pembalap disuguhi pemandangan hamparan pohon kakao yang rimbun, menjadi bukti nyata potensi agrowisata yang luar biasa di Banyuwangi. Aroma khas cokelat yang samar-samar tercium di udara menambah sensasi tersendiri bagi setiap kayuhan pedal yang melintas.

 

Digelarnya etape di Glenmore ini semakin memperkuat posisi TdBI sebagai ajang "sport tourism" yang efektif. Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, TdBI berhasil mempromosikan Glenmore sebagai destinasi wisata unggulan, khususnya bagi para penggemar agrowisata dan sejarah. Eksposur dari TdBI yang luas akan menarik lebih banyak wisatawan untuk datang dan merasakan langsung pengalaman unik di perkebunan cokelat "Eropa van Java" ini, mencicipi produk unggulannya, serta mempelajari lebih dalam tentang sejarahnya. Dengan suksesnya etape ketiga ini, TdBI 2025 terus menunjukkan keberhasilannya dalam memadukan tantangan balap kelas dunia dengan pesona alam dan budaya Banyuwangi yang tak ada habisnya.