Semarak Peringatan Hardiknas di Banyuwangi, 1.100 Pelajar Suguhkan Pagelaran Kuntulan Ewon  Kuntukan Ewon di Taman Blambangan Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Semarak Peringatan Hardiknas di Banyuwangi, 1.100 Pelajar Suguhkan Pagelaran Kuntulan Ewon 

114x Dilihat

Suasana khidmat upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Taman Blambangan Banyuwangi berubah menjadi lautan seni yang megah (02/05/2026). Sebanyak 1.100 pelajar dari jenjang SD hingga SMA sederajat se-Kabupaten Banyuwangi menyuguhkan pertunjukan kolosal bertajuk Kuntulan Ewon. Penampilan ini sukses memukau ribuan pasang mata melalui perpaduan harmonis antara gerak tari yang lincah dan dentuman musik rebana yang menggelegar.

 

Penyajian Kuntulan Ewon kali ini melibatkan formasi raksasa yang terdiri dari 600 pemusik dan 500 penari. Sinergi antara pendidikan dan pelestarian budaya lokal nampak nyata saat para siswa tampil dengan disiplin tinggi, mengenakan atribut khas Tari Kuntulan yang didominasi warna putih. Gelaran ini bukan sekadar tontonan, melainkan wujud nyata bagaimana sekolah di Banyuwangi bertransformasi menjadi pusat persemaian nilai-nilai luhur dan identitas daerah melalui jalur seni budaya.

 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang hadir langsung di lokasi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para siswa Bumi Blambangan. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa pendidikan masa depan tidak boleh hanya mengejar angka akademik, tetapi harus berfokus pada pembentukan karakter. “Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia,” ujar Abdul Mu’ti.

 

Filosofi pendidikan yang memuliakan manusia tersebut tercermin kuat dalam setiap gerakan Kuntulan Ewon. Tari kolosal ini dipandang sebagai representasi nilai kolektif seperti kebersamaan dan harmoni. Di tengah gempuran teknologi, para pelajar Banyuwangi justru membuktikan bahwa mereka mampu menjaga napas budaya tradisional sebagai fondasi mental yang kokoh. Kerja sama ribuan siswa dalam satu panggung besar ini menjadi simbol kuat dari semangat gotong royong yang menjadi napas pendidikan nasional.

 

Kuntulan Ewon di Taman Blambangan adalah bukti bahwa kurikulum berbasis kearifan lokal mampu melahirkan generasi yang tidak tercerabut dari akarnya. Keterlibatan aktif ratusan penari dan pemusik yang berhasil menciptakan pagelaran yang luar biasa menunjukkan bahwa kedisiplinan bisa diajarkan melalui kesenian. Perayaan Hardiknas 2026 ini pun menjadi momentum penting bagi Banyuwangi untuk memposisikan diri sebagai daerah yang sukses mengawinkan kualitas pendidikan dengan kelestarian tradisi.