Selamat!!! Evellyne Jihan Prameswari Raih Best Costume di BEC 2025 Best Costume BEC 2025
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Selamat!!! Evellyne Jihan Prameswari Raih Best Costume di BEC 2025

238x Dilihat

Puncak perhelatan akbar Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025 sukses digelar meriah di sepanjang jalan protokol Kota Banyuwangi, Sabtu sore (12/7/2025). Ribuan pasang mata terpukau menyaksikan parade penuh warna yang mengusung tema “Ngelukat: Usingnese Traditional Ritual”, yang menggambarkan fase-fase penting dalam siklus kehidupan masyarakat Osing.

 

Sorotan utama ajang ini jatuh kepada Evellyne Jihan Prameswari, peserta dari kategori umum, yang berhasil meraih predikat Best Costume BEC 2025. Jihan tampil memukau dengan kostum bertema Nikahan, sub-tema yang merepresentasikan prosesi sakral pernikahan dalam adat Using. Kostumnya menghadirkan perpaduan megah antara detail tradisional dan sentuhan futuristik, lengkap dengan ornamen khas budaya lokal yang digarap sangat rapi.

 

Salah satu juri, Vicky Hendri Kurniawan, Penampilan Jihan benar-benar mencuri perhatian. Selain desainnya yang megah, ia juga berhasil menampilkan gestur dan ekspresi yang sangat mendalam, seolah membawa penonton menyelami makna pernikahan dalam budaya Using.

 

"Detail kostumnya luar biasa presisi, dari kepala hingga ujung kaki memiliki makna simbolis yang kuat. Inilah bentuk inovasi yang tetap menghormati akar tradisi," ungkap dewan juri Vicky Hendri Kurniawan, yang juga seorang praktisi entertainment.

 

Tak hanya Jihan, juara pertama sub-tema Nikahan juga diraih oleh Robby Darmawansyah dari Desa Watukebo. Robby tampil impresif dengan kostum adat pengantin pria Osing yang disulap menjadi busana karnaval megah.

 

"Saya ingin menunjukkan bahwa prosesi pernikahan adat kami punya filosofi yang sangat dalam. Bukan hanya sakral, tapi juga indah dan kaya makna," ujar Robby usai menerima penghargaan.

 

Daftar Pemenang BEC 2025

 

Best Costume: Evellyne Jihan Prameswari sub-tema Nikahan (Umum)

 

Sub-Tema Mudun Lemah:

Juara 1: Rangga Adi Firmansyah (SDN 1 Rejoagung)

Juara 2: Safaatus Khoir (MI Miftahul Ulum)

Juara 3: Noverazura Zidniena Rachman (SDN 1 Lateng)

 

Sub-Tema Selapan:

Juara 1: Farit Isma Wahyuni (Desa Kandangan)

Juara 2: Muhammad Roudur Royhan (SMKN Wongsorejo)

Juara 3: Asma Harum Mawar Endah (Desa Wringinagung)

 

Sub-Tema Sunatan

Juara 1: Farit Isma Wahyuni (Desa Kandangan)

Juara 2: Muhammad Roudur Royhan (SMKN Wongsorejo)

Juara 3: Asma Harum Mawar Endah (Desa Wringinagung)

 

Sub-Tema Lamaran:

Juara 1: Sony Rizal Agustian (Umum)

Juara 2: Nayu Anggraini (Desa Karangsari)

Juara 3: Salsabila April Yasmin (SDN 4 Kebaman)

 

Sub-Tema Nikahan:

Juara 1: Robby Darmawansyah (Desa Watukebo)

Juara 2: Feny Mega (Umum)

Juara 3: Maura Yefaneca (SMAN 1 Giri)

 

Sub-Tema Mitoni:

Juara 1: Chacha Firstya Effendy (SMAN 1 Glagah)

Juara 2: Erlyna Fatmawati (SLB YPABK Muncar)

Juara 3: Oca Selina Putri Calista (SMPN 1 Purwoharjo)

 

Bupati Banyuwangi melalui Asisten Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, Mohammad Yanuarto Bramuda menyampaikan selamat kepada para pemenang.

 

"Kami sampaikan selamat kepada semuanya. Namun tak hanya itu, berkat kegiatan BEC, perputaran ekonomi UMKM dan juga induatri pariwisata meningkat," kata Bramuda.

 

Tak hanya itu, lanjut Bramuda, Layanan akomodasi perjalanan PT KAI menyampaikan peningkatan pengguna jasa Kereta Api periode 8-14 Juli 2025

 

"Data yang kami terima, pengguna Kereta Api di Stasiun Banyuwangi mengalami lonjakan drastis di periode 8-14 Juli 2025. Hotel-hotel di Banyuwangi juga meningkat drastis. Ini menandakan minat penonton BEC luar daerah sangat tinggi," kata Bramuda.

 

Sebelumnya, Grand Carnival BEC 2025 dibuka secara spektakuler oleh Firsta Yufi Amarta Putri, Putri Indonesia 2025 yang baru saja menyandang gelar Miss Supranational Asia & Oceania 2025. Firsta tampil memukau dengan kostum karya desainer lokal Deny Arthara bertajuk “Sayu Wiwit - Burning Women’s Spirit”, yang mengangkat kisah heroik perempuan Blambangan. Penampilannya disambut tepuk tangan meriah dari para penonton.

 

Ratusan penari Gandrung dan peserta sendratari memeriahkan parade yang menampilkan sub-tema dari siklus hidup masyarakat Osing: Mudun Lemah, Selapan, Sunatan, Lamaran, Nikahan, hingga Mitoni. Masing-masing kelompok membawa narasi visual yang kuat tentang makna dari setiap fase kehidupan tersebut.