Sambut Libur Nataru 2025, Disbudpar Banyuwangi Perketat Monitoring Destinasi Wisata Kadisbudpar tinjau destinasi wisata
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi

Sambut Libur Nataru 2025, Disbudpar Banyuwangi Perketat Monitoring Destinasi Wisata

514x Dilihat

 

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mulai menggiatkan langkah proaktif dengan melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) secara menyeluruh di berbagai destinasi wisata unggulan. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan seluruh objek wisata dalam menerima lonjakan kunjungan wisatawan dari berbagai daerah pada akhir tahun 2025.

Fokus utama dalam agenda Monev tahun ini mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari kesiapan fasilitas hingga sumber daya manusia di lapangan. Para pelaku wisata dan pengelola destinasi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang sering terjadi di penghujung tahun, guna mengantisipasi potensi bencana alam.

Selain faktor cuaca, aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Disbudpar menekankan pentingnya penambahan personel life guard atau penjaga pantai, khususnya di destinasi yang memiliki wahana air. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan air selama masa liburan panjang berlangsung.

Plt. Kepala Disbudpar Banyuwangi, Taufik Rohman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan kontrol dan pengawasan ketat. Tim ini disebar ke berbagai sektor pariwisata untuk memastikan standar keamanan, kenyamanan, dan kesehatan benar-benar diterapkan oleh pengelola demi memanjakan para pengunjung.

"Tim monev akan melakukan pemantauan intensif, termasuk mengecek situasi kebersihan di seluruh area destinasi. Kami ingin memastikan wisatawan merasa betah dan aman selama berada di Banyuwangi," ujar Taufik Rohman, Jum'at (26/12/2025).

Selain aspek fisik, digitalisasi layanan juga menjadi poin penting dalam pemantauan kali ini. Taufik menegaskan bahwa timnya mengawasi secara ketat petugas loket atau tiketing agar konsisten menggunakan sistem e-tax. Transparansi harga tiket yang dipajang dengan jelas menjadi kewajiban agar tidak ada wisatawan yang merasa dirugikan oleh praktik pungutan liar.

Implementasi Sapta Pesona kembali ditekankan sebagai ruh pelayanan pariwisata di Bumi Blambangan. Unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan harus dirasakan oleh setiap pelancong. Protokol kesehatan pun tetap diperhatikan sebagai bagian dari standar kesehatan publik yang telah menjadi kebiasaan baru di sektor pariwisata.

Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dipandang sebagai momentum emas bagi kebangkitan ekonomi kreatif dan pariwisata di Banyuwangi. Setelah melewati berbagai tantangan sepanjang tahun, lonjakan kunjungan di akhir tahun diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal dan pelaku usaha kecil di sekitar destinasi.

Terpantau di lapangan, momen liburan kali ini banyak dimanfaatkan oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Mereka yang telah menyelesaikan masa ujian semester tampak mendominasi kunjungan di beberapa titik, seperti kawasan Pantai Boom, Pulau Merah, hingga destinasi pegunungan seperti Kawah Ijen dan kawasan lereng Raung.

Dengan adanya pengawasan ketat dari Pemerintah Kabupaten melalui tim Monev ini, diharapkan citra pariwisata Banyuwangi tetap terjaga sebagai destinasi yang aman dan berkelas. Komitmen bersama antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat menjadi kunci utama suksesnya penyelenggaraan pariwisata di masa libur Nataru 2025.