Sajikan Budaya Nusantara, Karnaval Kebangsaan Banyuwangi 2026 Berlangsung Meriah
Banyak cara dilakukan warga bangsa Indonesia untuk merayakan hari kemerdekaannya. Masyarakat Banyuwangi memeriahkannya dengan membuat karnaval kebangsaan yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai wilayah.
Karnaval Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81, berlansgung Kamis pagi (13/8/2026). Ribuan penonton memadati rute sepanjang 2,5 kilometer untuk menyaksikan parade yang memamerkan kekayaan budaya dan keragaman seni nusantara.
Sebanyak 1000 lebih pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Banyuwangi tampil memukau dengan kostum nusantaranya serta atraksi. Ada Bali, Sulawesi, Sumatera Barat, Kalimantan, Madura, Aceh, Papua, dan beragam budaya lain di Tanah Air.
“Karnaval ini tidak sekadar menampilkan kostum, musik, dan kreativitas. Lewat karnaval ini kita ingin menunjukkan bahwa nasionalisme juga bisa tumbuh lewat seni, budaya, kreativitas dan kebersamaan,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Bagi Ipuk, HUT kemerdekaan juga menjadi kesempatan bagi semua elemen untuk terus berkarya, membangun, dan menyiapkan masa depan daerah serta Indonesia yang lebih baik lagi.
“Pemkab akan terus mengajak semua pihak untuk bahu-membahu membangun Banyuwangi dan Indonesia. Semangat kita sederhana, kita bekerja bersama agar bisa tumbuh bersama,” kata Ipuk.
Karnaval Kebangsaan tahun ini diawali dengan barisan pembawa bendera merah putih, diikuti penampilan apik grup drumband, dilanjutkan barisan kontingen dengan aneka kostum yang memvisualisasikan keragaman Indonesia.
Tak kalah menarik, sajian fragmen yang mengisahkan beragam tradisi dari berbagai daerah juga tampil di acara itu.
Seperti Kontingen SMPN 4 Banyuwangi yang mengusung tema adat Madura. Selain kostum khas, kontingen ini juga menyuguhkan tradisi Rokat Tase’, sebuah ritual masyarakat pesisir Madura sebagai wujud syukur atas hasil tangkapan laut yang melimpah. Tradisi ini juga menjadi ritual tolak bala agar para nelayan diberi keselamatan dan rezeki yang melimpah saat melaut.
Selanjutnya disusul devile SMPN I Banyuwangi yang menampilkan budaya Sulawesi. Mulai kostum hingga replika rumah adat Tongkonan disajikan secara apik oleh para peserta.
Tak kalah memukau, MTsN 1 Banyuwangi juga tampil atraktif menyuguhkan tema Kerajaan Blambangan (Banyuwangi). Kisah perang Bayu yang menceritakan perlawanan warga Blambangan melawan VOC, hingga berbagai tradisi dan budaya masyarakat Osing ditampilkan secara atraktif di hadapan para penonton.
Seperti tradisi Tumpeng sewu, Mepe Kasur, Tari Seblang, Jaranan Buto, bela diri Pencak Sumping, hingga baju pengantin dan replika rumah adat Osing.
Suguhan apik para kontingen tersebut, menjadi tontonan menarik bagi ribuan warga yang sengaja memadati sepanjang rute karnaval, dari Kantor Pemkab Banyuwangi menuju Taman Blambangan.
Tak hanya penonton, para peserta juga sangat antusias mengikuti karnaval kebangsaan 2026. “Senang bisa ikut dalam perayaan HUT Kemerdekaan. Apalagi kita bisa memukau baju adat seperti ini, jadi semakin bangga menjadi orang Indonesia,” ujar April, siswi SMPN 5 Banyuwangi yang saat itu mengenakan baju adat Papua. (*)

