Ribuan Warga Desa Glagah Banyuwangi Menggelar Ritual Adat Gelar Songo ritual adat Gelar Songo di Desa Glagah
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi

Ribuan Warga Desa Glagah Banyuwangi Menggelar Ritual Adat Gelar Songo

213x Dilihat

Suasana sakral dan penuh kebersamaan begitu kental terasa di Desa Glagah, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, pada Minggu (6/7/2025). Ribuan warga Suku Osing tumpah ruah di jalanan desa untuk mengikuti puncak perayaan ritual adat Gelar Songo, sebuah tradisi bersih desa yang digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Puncak acara ditandai dengan prosesi Kirab Tumpeng Songo, di mana sembilan tumpeng raksasa dengan beragam lauk pauk diarak keliling desa. Arak-arakan ini menjadi simbol ungkapan terima kasih masyarakat atas limpahan berkah dan rezeki selama setahun terakhir, sekaligus menjadi doa untuk keselamatan dan kesejahteraan di tahun yang akan datang.

Gelar Songo, yang secara harfiah berarti "Menyajikan Sembilan", merupakan ritual yang dilaksanakan turun-temurun setiap tanggal 9 Suro dalam kalender Jawa. Angka sembilan bagi masyarakat Osing memiliki makna filosofis sebagai angka tertinggi yang melambangkan kesempurnaan.

"Ini adalah warisan leluhur yang wajib kami jaga. Gelar Songo bukan sekadar perayaan, tetapi ini adalah cara kami bersyukur, berdoa bersama, dan mempererat tali persaudaraan antarwarga," ujar salah seorang tokoh adat setempat di sela-sela acara.

Prosesi kirab berlangsung meriah. Selain sembilan tumpeng utama yang menjadi pusat perhatian, arak-arakan juga dimeriahkan oleh berbagai kesenian khas Suku Osing. Penampilan gagah Barong Osing, tari-tarian tradisional, serta alunan musik lokal mengiringi langkah warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Rangkaian ritual Gelar Songo sendiri telah berlangsung selama beberapa hari. Diawali dengan pembacaan Lontar Yusuf dan selamatan di beberapa titik penting desa, acara ini bertujuan untuk menyucikan desa dari segala hal negatif sebelum memasuki tahun yang baru.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan tradisi ini. Diharapkan, ritual Gelar Songo tidak hanya menjadi penguat adat dan budaya lokal, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata yang memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Desa Glagah.

Setelah diarak, kesembilan tumpeng tersebut kemudian didoakan oleh para sesepuh adat dan tokoh masyarakat. Puncak dari rasa syukur dan kebersamaan pun tiba saat warga bersama-sama menikmati hidangan dari tumpeng tersebut, sebuah simbol harapan agar keberkahan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat desa.