Ribuan Pelari Meriahkan Tetralogy East Java Running Festival di Banyuwangi east java running festival
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Ribuan Pelari Meriahkan Tetralogy East Java Running Festival di Banyuwangi

257x Dilihat

Pantai Boom Marina Banyuwangi dipenuhi lautan manusia pada Minggu pagi (16/1/2025). Sekitar 1200 pelari dari berbagai daerah turut serta dalam Tetralogy East Java Running Festival (EJRF), sebuah event kolaborasi Polda Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

 

Para peserta yang berasal dari berbagai daerah seperti Surabaya, Bali, Lombok, Malang, dan lainnya, berkompetisi dalam tiga kategori: 2,5 km, 5 km, dan 10 km. Rute lari yang dilalui pun cukup menarik, menyusuri perkampungan dan kawasan ikonik Banyuwangi seperti Taman Sritanjung, Taman Tirtawangi (Patung Kuda), dan Taman Blambangan.

 

Event ini dimeriahkan oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Antusiasme warga Banyuwangi pun tampak di sepanjang rute. Mereka memberi semangat dan dukungan kepada para pelari, bahkan ada yang menawarkan minuman dan camilan.

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi kepada Polda Jatim yang telah memilih Banyuwangi sebagai tuan rumah perdana Tetralogy EJRF. 

 

"Terima kasih atas dukungan Polda Jatim yang turut mendukung memajukan wellness tourism di Banyuwangi," ungkap Ipuk yang juga turut berlari bersama peserta lainnya.

 

Ipuk menambahkan, "Lari saat ini sudah menjadi lifestyle dan banyak digandrungi. Event ini menjadi wadah bagi komunitas olahraga, sejalan dengan upaya Banyuwangi mengembangkan sport tourism."

 

Banyuwangi sendiri telah sukses menggelar berbagai event olahraga seperti sepeda, paralayang, tenis, sepatu roda, baik berskala nasional maupun internasional.

 

Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol. Arman Asmara, menjelaskan bahwa EJRF merupakan event tetralogy pertama yang akan dilanjutkan di Kota Kediri, Madiun, dan diakhiri di Surabaya. Banyuwangi dipilih sebagai tuan rumah perdana karena pengalamannya dalam menggelar sport tourism dan dukungan masyarakat yang luar biasa.

 

Keunikan EJRF adalah sistem tetralogy, di mana pelari terbaik dari seluruh rangkaian akan disandingkan. Setiap perlombaan memberikan poin berdasarkan posisi finis yang akan diakumulasikan untuk menentukan pelari terbaik.

 

Dewi Nur Laily, juara race 5k kategori perempuan, berhasil mencatatkan waktu tercepat 26 menit 47 detik. Ia mengaku terus berlatih untuk meningkatkan kecepatannya.

 

"Alhamdulillah terbayarkan, ke depan ingin memperpendek waktu lagi," tutur pelari kelahiran 1999 itu.

 

Tak kalah semangat, Slamet (60), warga Kelurahan Lateng, ikut berlari bersama anak dan cucunya. "Saya senang sekali bisa ikut lomba lari ini. Meski sudah tua, tapi semangat harus tetap muda," ujar Pak Slamet yang memilih kategori lari 2,5k.

 

Tetralogy East Java Running Festival tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi Banyuwangi.