Rela Jauh-jauh dari Ternate, Wisatawan Ini Akui Kawah Ijen Banyuwangi Bikin Candu!
Perayaan Isra Miraj pada tahun 2026 membawa angin segar bagi sektor pariwisata di ujung timur Pulau Jawa. Jatuhnya hari besar keagamaan tersebut di tengah pekan menciptakan deretan hari libur yang bersambung dengan akhir pekan, atau dikenal dengan istilah long weekend. Momen ini dimanfaatkan oleh ribuan masyarakat untuk melepas penat sejenak dan melakukan perjalanan wisata bersama keluarga maupun sahabat tercinta.
Kabupaten Banyuwangi, yang masyhur dengan julukan The Sunrise of Java, kembali membuktikan diri sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Daerah ini menawarkan paket wisata yang sangat lengkap, mulai dari bentangan pantai yang eksotis hingga pegunungan yang menantang. Dari sekian banyak destinasi yang ada, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen tetap menjadi primadona yang paling diincar oleh para pelancong.

Daya tarik Kawah Ijen yang mendunia tak hanya memikat warga lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan dari luar pulau. Salah satunya adalah Nur Fitri Buamona, seorang wisatawan asal Ternate, Maluku Utara. Ia rela menempuh perjalanan jauh untuk membuktikan keindahan alam Banyuwangi dan mengaku telah menghabiskan waktu selama tiga hari di kabupaten ini untuk menikmati masa liburannya.
Fitri menceritakan pengalamannya menjajal berbagai destinasi wisata di Banyuwangi, dengan Kawah Ijen sebagai puncak dari rangkaian perjalanannya. Menurutnya, mendaki gunung yang terkenal sebagai danau kawah asam terbesar di dunia dengan air berwarna hijau toska yang sangat asam di dunia tersebut memberikan kesan tersendiri yang tak terlupakan, terutama karena ini adalah pengalaman pertamanya melakukan pendakian gunung.
“Kita sudah 3 hari di Banyuwangi, kemarin main di Pulau Merah dan Pulau Mbedil. Hari terakhir ini di Kawah Ijen. Ini sangat perdana mendaki jadi sangat menguji adrenaline dan terbayarkan ketika sudah sampai di puncak yang sangat bagus,” ungkap Fitri.
Selain tantangan fisik saat mendaki, pesona kawah asam terbesar di dunia tersebut memang menjadi magnet utama. Pemandangan matahari terbit yang menyinari dinding kaldera, dipadukan dengan aktivitas penambang belerang tradisional, menyajikan panorama dramatis yang sulit ditemukan di tempat lain. Hal inilah yang membuat rasa lelah para wisatawan terbayar lunas sesampainya di puncak.
Tak hanya terpesona oleh kemegahan gunung, Fitri dan rekan-rekannya juga menyempatkan diri untuk menjelajahi keindahan wisata bahari Banyuwangi. Sebelum mendaki Ijen, mereka telah lebih dulu merasakan indahnya bentangan alam pantai selatan, yakni Pulau Merah dan Pulau Mbedil, serta menyeberang ke Pulau Menjangan.
“Kemarin kita juga ke Pulau Merah dan Pulau Mbedil. Sangat bagus banget pantainya. Pemandangan di Banyuwangi memang sangat luar biasa. Next time kita pingin balik lagi ke sini,” imbuh Fitri.
Antusiasme wisatawan seperti Fitri tercermin dalam data kunjungan wisata selama periode libur panjang ini. Berdasarkan data resmi, jumlah kunjungan wisata khusus di Kawah Ijen selama liburan Isra Miraj yang berlangsung pada 16 hingga 18 Januari 2026 mencapai angka yang fantastis, yakni sebanyak 1.907 wisatawan.
Secara keseluruhan, sektor pariwisata Banyuwangi menggeliat signifikan di awal tahun 2026 ini. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi mencatat total pergerakan wisatawan yang masuk ke berbagai destinasi di seluruh kabupaten mencapai 17.923 orang. Angka ini menunjukkan bahwa Banyuwangi tetap konsisten menjadi tujuan favorit untuk menghabiskan waktu libur panjang.

