Ratusan Siswa Tingkat SD Ramaikan Panggung Pentas Seni Pelajar
Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi melaksanakan agenda pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa pada Rabu siang (30/11). Agenda tersebut dikemas dalam bentuk Pentas Seni Pelajar dan diikuti oleh siswa kelas 4 sekolah dasar dari 20 kecamatan di Banyuwangi. Acara berlangsung sangat meriah di Pelinggihan Prabu Tawang Alun.
Dalam kesempatan ini, SDN 1 Boyolangu, Kecamatan Giri membawakan tema Puter Kayun dengan menampilkan tradisi Kebo-Keboan Boyolangu. Kebo-keboan ini sebagai bentuk rasa syukur atas kelimpahan rejeki juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat Adat Using di Kelurahan Boyolangu.
Tradisi ini digelar secara rutin setiap tanggal 9 Syawal. Kegiatan ini merupakan acara Ider Bumi dengan menggunakan sarana Kebo-Keboan. Biasanya tradisi ini mengarak Kebo-keboan keliling kelurahan dan sambil disiram air oleh para pengantar arak-arakan. Hal ini menjadi meriah dikarenakan masyarakat Boyolangu bersuka-ria dalam bermain air.
Koordinator Musik Tradisional Dispendik Banyuwangi, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah untuk mencari bakat seni terbaik yang dimiliki anak-anak Banyuwangi untuk nantinya dikirim ke kompetisi tingkat propinsi. Kegiatan ini pun merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Dispendik. Adapun bentuk kesenian yang dibawakan antara lain, tarian tradisional, musik tradisional, qasidah, teater dan masih banyak lagi.
“Untuk kriteria penilaian, kami mengacu pada yang telah ditentukan pihak propinsi, kami hanya berperan sebagai pihak pelaksana. Namun demikian, kami menerapkan prinsip yang memudahkan peserta, tidak ada kriteria yang menyulitkan.” kata Juwono.
Juwono juga menambahkan bahwa agenda tahun ini merupakan yang paling meriah. Seluruh peserta menyuguhkan penampilan yang kualitasnya sangat baik. Hampir seluruh peserta membawa properti pendukung yang cukup lengkap dan menarik. Salah satu peserta yang meramaikan acara tersebut yakni Giovani, siswa SDN 1 Bangorejo yang bersama kelompoknya membawakan musik tradisional berjudul Nggayuh Ilmu.
Nantinya akan ada enam peserta yang terpilih sebagai pemenang untuk selanjutnya dibina sebelum maju ke tingkat propinsi. Acara ini mendapat sambutan hangat baik dari para tenaga pendidik maupun orang tua karena melatih bakat dan minat anak. Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana diplomasi budaya Banyuwangi yang efektif.

