Rakor BEC 2024 Gelombang Kedua Disambut Positif oleh Kepala Desa Wilayah Banyuwangi Selatan
Rapat koordinasi BEC 2024 kembali digelar pada hari Kamis (02/11) di Kantor Kecamatan Gambiran. Acara tersebut mengundang seratus orang kepala desa di wilayah Banyuwangi selatan guna membahas rencana penyelenggaraan BEC 2024 dengan tema “Ndaru Deso”. Sebelumnya, rapat koordinasi juga telah dilakukan di Pelinggihan Prabu Tawang Alun Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi untuk wilayah utara.
Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman.
“Hari ini kita berkumpul untuk menyosialisasikan BEC 2024 yang akan melibatkan seluruh desa di Kabupaten Banyuwangi. Kami ingin mengangkat potensi yang ada di tiap-tiap desa agar dapat tampil karena BEC ini merupakan ajang internasional yang masuk ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementrian Pariwisata Republik Indonesia,” ungkap Taufik.
Paparan yang disampaikan antara lain berisi tema, sub tema, jadwal rangakaian acara, syarat peserta serta rencana anggaran. Melalui pemaparan tersebut, pihak desa dapat melakukan persiapan sedini mungkin terlebih pada tahun ini, BEC juga akan menggelar produk UMKM tiap-tiap desa. Harapannya, produk-produk tersebut dapat mendulang atensi dari pengunjung atau bahkan investor.
Acara berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari para audiens. Antusiasme mereka begitu terasa, bahkan perwakilan Desa Karangsari Kecamatan Sempu meminta agar kuota peserta tiap desa ditambah. Sementara Kepala Desa Wringinagung Kecamatan Gambiran mengungkapkan bahwa ia telah memiliki gambaran untuk BEC 2024.
“Saya senang sekali karena nantinya desa saya akan tampil. Kami memiliki berbagai potensi yang dapat diangkat seperti Waduk Indah Lestari, budidaya jamur merang, kami juga merupakan pusat pertanian hidroponik. Minimal desa kami nantinya mendapatkan eksposure terutama untuk wisata waduknya,” tutur Kondang Suryaningrat.
Dengan tema “Ndaru Deso” atau yang secara umum berarti “ketahanan desa”, BEC 2024 akan dipenuhi ragam potensi seluruh desa di Kabupaten Banyuwangi. Hal ini juga sekaligus menjadi sarana pemerataan kuliatas sumber daya manusia di mana nanti akan diadakan workshop untuk perancang busana masing-masing desa. Melalui tema ini pula, diharapkan potensi-potensi yang selama ini terpendam mendapatkan eksposure sehingga dapat dikenal lebih luas.

