Presentasi Kostum Rampung, BEC Siap Guncang Panggung Karnaval Dunia
Lorong bambu Gesibu Blambangan dipadati hiruk pikuk masa yang menanti presentasi kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada Selasa siang (08/07). Presentasi kostum tersebut merupakan tahap ke dua setelah presentasi yang dilakukan pada 27 Juni lalu di Agro Wisata Tamansuruh.
Sebanyak 130an peserta memamerkan kostum secara utuh di depan para juri. Mereka dengan percaya diri melenggak lenggok di Lorong Bambu mengikuti musik yang juga disajikan secara live.
"Hari ini penilaian kostum tahap ke dua sesuai denga arahan yang diberikan para dewan juri di penilaian pertama kemarin, masukan-masukan mereka sangat membantu untuk mengoptimalkan penampilan," pungkas Kholid, peserta dari desa Taman Agung.
Bambang Lukito, salah satu juri menyampaikan bahwa penilaian kostum tahap kedua merupakan penilain dengan porsi terbesar.
"Ini merupakan penilaian final yang akan berlanjut di hari parade nanti," jelasnya.
Para dewan juri BEC 2024 dihadirkan secara khusus sesuai dengan kompetensinya masing-masing seperti makeup, busana, dan ekspresi. Dewan juri tesebut antata lain Bambang Lukito, John A Rahmatullah, Sukirno Fajar, Sanet Sabintang dan Ariska Ayu Citra.
Seluruh peserta yang terbagi ke dalam enam sub tema dan satu kategori umum berhasil menuai decak kagum publik. Masing-masing kostum mereka menampilkan hal unik yang merupakan representasi desa mereka. Tak jarang, mereka turut menyertakan properti unik seperti uleg-uleg, hewan ternak, kemenyan, dan lain sebagainya.
Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi menyampaikan bahwa di tahun ini kostum BEC akan sangat beragam karena merujuk pada potensi yang dimiliki desa-desa di Banyuwangi.
"Melalui tema Ndaru Deso, Revival of Village, selain ingin mengangkat potensi desa, kami juga ingin menchallange kreativitas masyarakat agar dapat mengemas potensi mereka ke dalam sebuah kostum karnaval, tentu proses kreatifnya akan menjadi berbeda karena membutuhkan riset yang mendalam terkait desa mereka," ungkap Ainur Rofiq.
Gelaran BEC 2024 diproyeksikan akan menjadi karnaval spektakuler yang menyajikan atraksi etnik kelas dunia. Rangkaiannya sendiri akan dimulai pada 11 Juli 2024 dengan Gesah Seni dan pembukaan pameran produk potensi desa. Dilanjutkan di tanggal 12 Juli dengan agenda Srawung Seni yang akan menampilkan sebelas delegasi dari berbagai kota dan kabupaten.
Grand Carnival BEC sendiri akan digelar pada 13 Juli dengan start kawasan Taman Blambangan dan akan berakhir di Kantor Kecamatan Banyuwangi. Para pemenang nantinya akan diumumkan di malam awarding dan konser musik BEC di Gesibu Blambangan pada Minggu malam. Seluruh rangkaian kegiatan BEC terbuka secara gratis untuk masyarakat umum. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam merayakan keanekaragaman potensi desa di Banyuwangi Ethno Carnival 2024.

