Pieter Yulivianou, Pemilik Suara Emas di Balik Kemegahan Banyuwangi Ethno Carnival  Pieter di Awarding BEC 2026
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Pieter Yulivianou, Pemilik Suara Emas di Balik Kemegahan Banyuwangi Ethno Carnival 

171x Dilihat

Kemegahan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tak pernah lepas dari alunan musik live yang menggelegar, sebuah ciri khas yang membuat karnaval ini begitu istimewa. Di balik aransemen musik dan sorak-sorai penonton, ada sosok pemilik suara merdu yang secara konsisten menghidupkan roh panggung BEC dari tahun ke tahun. Dialah Pieter Yulivianou, penyanyi berbakat kelahiran Banyuwangi, 26 Juli 1985, yang menjadi salah satu vokal di balik harmonisasi musik BEC.

Bakat menyanyi Pieter bukanlah sesuatu yang muncul secara mendadak, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang dimulai sejak ia berusia tiga tahun. Memiliki kegemaran bernyanyi sejak belia, Pieter mengarungi berbagai panggung kompetisi, mulai dari lomba lagu daerah hingga Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Rekam jejak prestasinya pun terbilang unik, di usianya yang masih sangat muda kala itu, Pieter sering kali berhadapan dengan peserta yang usianya lebih dewasa. Di sinilah kemampuan olah vokalnya diuji sekaligus terbukti saat ia kerap keluar sebagai pemenang. 

Seiring berjalannya waktu, kepiawaian Pieter semakin teruji di panggung regional maupun nasional. Pada tahun 2004, ia berhasil menembus pentas televisi nasional dalam ajang Festival Nasyid Indonesia bersama grup vokal Modern Voice. Bersama grup vokal yang sama, Pieter juga menjajal peruntungan di ajang kompetisi boyband di salah satu televisi nasional pada tahun 2005 dan berhasil menembus jajaran 12 besar. Tak berhenti di situ, saat meniti karir profesional di dunia perbankan, bakat tarik suaranya tetap bersinar terang. Pieter sukses mewakili Bank Indonesia Jawa Timur dalam kompetisi antar banker se-Indonesia, yaitu Bankers Idol yang dihelat di Kota Padang pada tahun 2010 dan berhasil menyabet juara 3.

Pengalaman panjang dan kualitas vokal yang matang akhirnya membawa Pieter dipercaya menjadi vokalis pengiring BEC sejak tahun 2012. Dedikasi selama belasan tahun mengiringi pesta kebudayaan itu, menjadi kebanggaan tersendiri baginya. “Sekian tahun dipercaya sebagai penyanyi di BEC merupakan sebuah kehormatan bagi saya. Lewat BEC ini juga semakin banyak masyarakat yang mengenal nama saya,” ujar Pieter (27/07/2026). 

Tentu bukan hal mudah untuk tampil konsisten mengiringi karnaval besar dengan standar musik live. Untuk menjaga kualitas performanya di panggung BEC, Pieter selalu meningkatkan intensitas latihan vokal serta disiplin menjaga pola makan agar kesehatan pita suaranya tetap prima. Bagi Pieter, setiap tahun selalu ada tantangan tersendiri, terlebih ketika harus membawakan lagu-lagu berbahasa asing seperti Inggris atau Spanyol. “Tantangan di BEC ini adalah memperkaya khazanah vokal supaya dapat menampilkan karakter musik ethnic yang menjadi ciri khas musik BEC,” tambahnya. 

Melihat perkembangan pagelaran budaya ini dari tahun ke tahun, Pieter menaruh harapan besar bagi masa depan Banyuwangi Ethno Carnival. Ia berharap ke depannya BEC dapat terus mempertahankan bahkan mengembangkan new concept seperti yang sudah dijalankan pada tahun 2026 ini, di mana sentuhan dan unsur budayanya terasa jauh lebih kental dan autentik. Dedikasi Pieter Yulivianou adalah bukti nyata bahwa di balik kemegahan sebuah panggung festival, ada harmoni dan kerja keras seniman lokal yang terus menjaga api kebudayaan tetap menyala.