Petualangan Kakak Beradik asal Inggris di Banyuwangi: Dari Puncak Ijen Hingga Gemerlap BEC 2025
Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025 terasa semakin spesial dengan kedatangan kakak beradik asal Inggris, Harriet Rose Down dan Elizabeth Anne Down. Keduanya tidak hanya menikmati keindahan alam Banyuwangi yang memukau, tetapi juga terlibat langsung dalam salah satu perayaan budaya terbesae di Indonesia. Perjalanan mereka yang menggabungkan adrenalin mendaki gunung dengan kegembiraan karnaval ini menjadi kisah menarik yang patut diceritakan.
Petualangan Harriet dan Elizabeth dimulai dengan pendakian ke Kawah Ijen, destinasi ikonik Banyuwangi yang terkenal dengan fenomena api biru. Ditemani pemandangan alam yang menakjubkan dan udara pegunungan yang sejuk, pengalaman ini menjadi awal yang tak terlupakan bagi keduanya. Keindahan kawah yang memukau dan tantangan mendaki di dini hari menjadi pembuka untuk petualangan yang penuh kejutan di Bumi Blambangan.

Bukan hanya keindahan alam yang memikat hati Harriet. Menurutnya, perjalanan ini menjadi yang paling menyenangkan karena kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal. "Setelah menikmati alam Banyuwangi, saya berkesempatan bertemu dan berinteraksi dengan masyarakatnya. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga," ujar gadis yang biasa disapa Hattie itu.
Sementara adiknya, Elizabeth Anne Down, atau yang akrab disapa Ellie, memiliki kegembiraan tersendiri. Ellie mengaku sangat gembira karena dapat mengenakan pakaian karnaval yang cantik dan menjadi bagian dari kemeriahan BEC 2025. Penampilannya yang anggun dalam balutan kostum karnaval yang megah menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton dan fotografer yang hadir.
Sepanjang rute karnaval, Harriet dan Ellie tidak hanya berjalan, tetapi juga aktif berbagi momen kebahagiaan. Keduanya sibuk berbagi foto dengan para penonton, menciptakan interaksi yang menyenangkan dan tak terlupakan. Senyum dan tawa mereka terpancar, menunjukkan antusiasme yang luar biasa meskipun rasa lelah mulai menghampiri. Dengan semangat yang membara, keduanya berhasil menyelesaikan seluruh rute BEC hingga garis finis, membuktikan ketahanan dan kegembiraan mereka dalam merayakan budaya Banyuwangi.

Kisah Harriet dan Elizabeth menjadi penanda bahwa Banyuwangi bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman budaya yang mendalam dan kesempatan untuk menjalin ikatan dengan masyarakat lokal. Keberanian mereka dalam menjelajahi hal baru dan semangat mereka dalam berinteraksi dengan budaya lain patut diacungi jempol.

