Petik Laut Lampon: Wujud Syukur dan Kebersamaan Nelayan Petik Laut Lampon 2025
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi

Petik Laut Lampon: Wujud Syukur dan Kebersamaan Nelayan

232x Dilihat

Memasuki bulan Suro dalam kalender Jawa, masyarakat Banyuwangi kembali menggelar berbagai tradisi adat yang sarat makna. Salah satunya adalah ritual Petik Laut, yang tahun ini berlangsung meriah di Pantai Lampon, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, pada Jumat (27/6/2025). Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur dan harapan bagi para nelayan.

Ritual sakral ini diawali dengan doa bersama yang khidmat, memohon keselamatan dan berkah. Kemudian, sebuah perahu kecil yang telah diisi berbagai sesajen, mulai dari kepala sapi, hasil bumi, hingga hasil laut, diarak perlahan menuju bibir pantai. Iring-iringan ini dipimpin oleh tokoh adat setempat, diikuti oleh warga yang mengenakan pakaian adat Jawa dan membawa kembar mayang, menambah kental nuansa tradisional. Puncak prosesi adalah saat sesajen tersebut dilarung ke laut, sebagai persembahan dan simbol doa tulus.

Rangkaian Petik Laut ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 26 hingga 28 Juni 2025, dengan melibatkan ulur tangan dan partisipasi aktif para nelayan Pantai Lampon. Suasana semakin semarak dengan iringan musik tradisional Banyuwangi, serta berbagai pementasan kesenian seperti pagelaran wayang kulit, jaranan, janger, live music dangdut, hingga Majelis Sholawat, yang menghibur seluruh hadirin.

Tokoh masyarakat setempat, Suharsono, menjelaskan bahwa tradisi ini telah dilaksanakan secara turun-temurun sejak tahun 1927. Ini adalah wujud rasa syukur yang mendalam atas limpahan hasil laut yang telah diperoleh para nelayan selama setahun terakhir. "Ritual digelar setahun sekali tiap tanggal 1 Suro atau 1 Muharam. Selain larung sesaji, ada prosesi selamatan yang mencerminkan guyub rukun masyarakat nelayan Lampon," kata Suharsono, menekankan nilai kebersamaan yang terkandung.

Lebih dari sekadar bentuk syukur, Ritual Petik Laut juga menjadi doa dan harapan untuk keselamatan para nelayan di laut serta rezeki yang melimpah di tahun mendatang. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kuatnya nilai kebersamaan dan komitmen masyarakat nelayan dalam melestarikan tradisi warisan leluhur mereka.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, turut hadir dalam acara tersebut dan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga Pantai Lampon.

"Kami bangga melihat guyub rukun warga nelayan Pantai Lampon dalam melestarikan tradisi ini. Dengan semangat kebersamaan, tradisi ini akan terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang," ujar Mujiono, menggarisbawahi pentingnya pelestarian budaya.

Selain menjadi magnet tradisi, Pantai Lampon sendiri juga memukau dengan keindahan alamnya yang asri. Deretan pohon kelapa yang melambai menghiasi bibir pantai, menciptakan suasana yang menenangkan dan menambah daya tarik tersendiri bagi ribuan pengunjung yang hadir untuk menyaksikan kemeriahan ritual Petik Laut.