Pesepeda Lintas Benua Mampir di Banyuwangi Ethno Carnival 2025
Sepasang pesepeda petualang asal Prancis, Diane Besseas dan Simon Pucel, menambah semarak perhelatan akbar Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai penonton, melainkan turut serta memeriahkan salah satu karnaval budaya terbesar di Indonesia tersebut. Momen ini menandai hari ke-660 perjalanan keliling dunia mereka yang penuh cerita.
Pasangan ini telah menjelajahi berbagai belahan dunia selama dua tahun terakhir dengan mengandalkan kayuhan sepeda. Tiba di Banyuwangi, agenda mereka mendadak menjadi lebih spesial dengan kesempatan langka untuk terlibat langsung dalam kemegahan BEC 2025. Sebuah pengalaman tak terduga yang mengisi lembaran petualangan mereka.

"Saya tidak menyangka sama sekali dalam rencana perjalanan kami, kami akan mengikuti sebuah karnaval yang indah seperti ini," ujar Diane yang tak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap kemeriahan BEC. Ia tak menyangka bahwa kayuhan sepedanya akan singgah di momen BEC. Kesempatan ini jelas di luar ekspektasi mereka saat memulai petualangan dua tahun lalu.
Senada dengan Diane, Simon Pucel mengaku bangga dan terharu dengan sambutan hangat serta antusiasme masyarakat Banyuwangi terhadap kehadiran mereka. "Ini adalah pengalaman yang sangat spesial dan menyenangkan, yang pasti akan kami kenang seumur hidup," tutur Simon, menyoroti keramahan Banyuwangi.

Bagi mereka, partisipasi dalam BEC bukan sekadar hadir. Momen ini merupakan sebuah kebetulan indah yang membawa mereka ke tengah hiruk pikuk perayaan budaya yang luar biasa. Siapa sangka kayuhan sepeda mereka akan singgah di sebuah perayaan yang sarat akan makna. Kostum karnaval dan tarian tradisional Banyuwangi menjadi latar belakang baru dalam album perjalanan mereka.
Keikutsertaan Diane dan Simon dalam BEC 2025 menjadi bukti bahwa Banyuwangi tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang mampu menarik perhatian penjelajah dari berbagai penjuru dunia. Pengalaman tak terduga ini tentu akan menjadi salah satu babak paling berkesan dalam catatan perjalanan panjang mereka mengelilingi dunia.

