Pertama ke Banyuwangi, Peterjun Payung Wanita ini Langsung Jatuh Cinta Seni Gandrung Sertu Tismaenah, peterjun payung dengan pakaian Gandrung saat Festival Gandrung Sewu 2023
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Pertama ke Banyuwangi, Peterjun Payung Wanita ini Langsung Jatuh Cinta Seni Gandrung

208x Dilihat

Festival Gandrung Sewu 2023 ini memiliki atmosfir yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, dengan kolaborasi Semarak Dirgantara yang diusung oleh TNI AU membuat para penonton sangat berantusias.

 

Semarak Dirgantara merupakan program pembinaan potensi dirgantara yang bertujuan untuk semakin mendekatkan TNI AU dengan masyarakat luas. Melalui program ini pula, TNI AU ikut serta mendukung eksplorasi potensi daerah yang dimiliki oleh Kabupaten Banyuwangi. 

 

Berbagai atraksi udara pun turut dihadirkan TNI AU dalam Festival Gandrung Sewu 2023 di Pantai Boom Marina, Banyuwangi. Sabtu (16/09). Diantaranya, Paratrike, Paramotor, Joy Flight, Pesawat Super Tucano, Pesawat tempur Golden Eagle dan Terjun Payung.

 

Ada yang menarik perhatian para penonton saat atraksi terjun payung dimulai. Salah satu peterjun payung mengenakan pakaian Gandrung bak penari gandrung pada umumnya.

 

Tismaenah saat landing

Peterjun payung yang menyorot pandangan tersebut adalah Sertu Tismaenah (25). Ia berasal dari Satuan Lanud Sulaiman Margahayu di Bandung, Jawa Barat.

 

Saat ditemui, Tismaenah mengaku baru pertama kali ke Banyuwangi dan sangat terkesan dengan seni dan budaya Banyuwangi. Ia menyatakan tidak ada kategori khusus dalam penugasan menjadi penerjun yang mengenakan pakaian Gandrung.

 

"Tidak ada kategori khusus dalam penugasan pakaian Gandrung. Jujur saya sangat jatuh cinta dengan budaya Banyuwangi. Sangat terharu melihat para generasi muda yang mencintai budayanya sendiri. Banyuwangi sangatlah istimewa." kata Sertu Tismaenah.

 

Wanita asal Cirebon, Jawa Barat tersebut menceritakan persiapan kegiatan Festival Gandrung Sewu 2023. Ia mengaku lebih teliti dalam menjalankan tugas di kegiatan ini.

 

"Saya lebih teliti karena terjun dengan menggunakan pakaian Gandrung yang lumayan banyak aksesorisnya. Sehingga harus disetting agar tidak mengganggu bagian penting dari parasut." ungkap Tismaenah.

 

Ia juga mengaku bahwa event ini sangat berbeda dengan event terjun payung lainnya yang pernah ia ikuti. Pasalnya, event Festival Gandrung Sewu ini berkolaborasi secara apik antara Gandrung Sewu dengan Semarak Dirgantara.

 

"Event ini sangat berbeda, karena event ini berkolaborasi dengan seni jadi bisa punya kesempatan terjun menggunakan pakaian yang menjadi ikon Banyuwangi." imbuh Tismaenah.

 

Tismaenah mengaku, tidak terlalu merasa kesulitan sebenarnya. Hanya saja kecepatan angin di Pantai Boom Marina, Banyuwangi cukup besar

 

"Angin dikawasan Pantai Boom cukup besar. Apalagi terjun dari ketinggian 8.000 feet. Sehingga kita harus lebih teliti membaca arah dan kecepatan angin agar bisa landing di tempat yang sudah ditentukan." pungkas Tismaenah.

 

Sebelumnya, Tismaenah juga pernah mewakili Indonesia di Millitary World Game di Wuhan China 2019 lalu.