Peringati Kemerdekaan, TN Alas Purwo Banyuwangi Ajak Wisatawan Belajar Konservasi Lewat Pelepasan 1.945 Ekor Tukik Pelepasan 1945 tukik di wilayah TN Alaspuwo
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Peringati Kemerdekaan, TN Alas Purwo Banyuwangi Ajak Wisatawan Belajar Konservasi Lewat Pelepasan 1.945 Ekor Tukik

128x Dilihat

Semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia diwujudkan melalui aksi nyata pelestarian alam di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Sebanyak 1.945 ekor tukik penyu abu-abu dilepasliarkan menuju lautan bebas di Pantai Trianggulasi pada Minggu sore (16/8/2026). Momen peringatan hari kemerdekaan ini tidak hanya menjadi langkah penting dalam konservasi satwa dilindungi, tetapi juga meningkatkan daya tarik kawasan pesisir Alas Purwo sebagai destinasi wisata edukasi berwawasan lingkungan.

 

Tukik-tukik yang dilepasliarkan merupakan hasil pengembangbiakan dari Pusat Penetasan Penyu Semi-Alami Ngagelan. Petugas pusat penetasan ini secara rutin memantau pergerakan penyu di garis pantai sepanjang 18,5 kilometer, mulai dari Pantai Pancur hingga Pantai Cungur. Setiap telur yang ditemukan di area peneluran direlokasi dan diinkubasi menggunakan metode replika sarang alami untuk memastikan tingkat keberhasilan penetasan yang optimal sebelum anak penyu siap diantarkan ke habitat aslinya.

 

Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Alas Purwo, Awang Gitayana, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dan wisatawan dalam upaya pelestarian ini. 

 

"Pelepasan tukik ini bukan sekadar ritual konservasi, melainkan sarana edukasi langsung bagi masyarakat dan wisatawan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut. Kami berharap aksi ini dapat meningkatkan kesadaran bersama bahwa penyu adalah satwa dilindungi yang keberadaannya harus kita jaga demi keberlanjutan masa depan," ujar Awang.

 

Selain berfokus pada perlindungan keanekaragaman hayati, keberadaan pusat penetasan ini menjadikan Taman Nasional Alas Purwo sebagai ruang belajar terbuka bagi para pelancong. Wisatawan yang datang tidak hanya disuguhkan keindahan panorama pantai, sejuknya hutan tropis serta kawanan satwa di padang savana Sadengan, tetapi juga berkesempatan mengenal lebih dekat siklus hidup penyu secara alami melalui pendampingan petugas.

 

Konsep interaktif yang diusung berhasil menghidupkan edukasi konservasi menjadi pengalaman yang berkesan bagi pengunjung. Keterlibatan ratusan peserta yang terdiri dari wisatawan, masyarakat, dan pelajar di Pantai Trianggulasi makin menghidupkan suasana wisata edukasi berbasis pelestarian alam di Taman Nasional Alas Purwo. Sinergi antara konservasi dan pengalaman belajar ini memberi nilai tambah bagi dunia pariwisata Banyuwangi sekaligus menginspirasi kepedulian terhadap alam.