Penuh Haru, Penari Gandrung 'Diwisuda' Sebelum Guncang Panggung Gandrung Sewu 2025 Meras Gandrung Sewu 2025
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi

Penuh Haru, Penari Gandrung 'Diwisuda' Sebelum Guncang Panggung Gandrung Sewu 2025

218x Dilihat

Suasana magis menyelimuti Pantai Boom Marina, Banyuwangi, pada Jumat sore (24/10/2025). Sebanyak 1.350 calon penari Gandrung menjalani ritual sakral "Meras Gandrung", sebuah prosesi yang menjadi penanda kelulusan dan pengukuhan mereka sebagai penari profesional.

Ritual Meras Gandrung ini merupakan gerbang utama bagi para penari sebelum melangkah ke panggung akbar kolosal Gandrung Sewu yang digelar dua hari lagi. Momen penuh haru dan bangga tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

"Selamat kepada kalian semua anak-anakku. Saya sangat bangga kepada kalian yang telah berlatih keras selama dua bulan lebih," ujar Bupati Ipuk dalam sambutannya, diiringi tepuk tangan ribuan pasang mata.

Bupati Ipuk menekankan bahwa kelulusan ini adalah kehormatan besar. "Kalian akan menampilkan pertunjukan yang selalu kita banggakan, Gandrung Sewu. Rasa bangga juga kepada penari dari luar daerah yang sudah sangat antusias mengikuti Gandrung Sewu," tambahnya.

Meras Gandrung bukan sekadar upacara wisuda biasa. Ritual ini adalah serangkaian ujian berat yang menuntut seorang penari tidak hanya mahir dalam gerak tari, tetapi juga piawai dalam bersinden. Persiapan fisik dan spiritual menjadi kunci utama.

Salah satu ritual paling ikonik dan dikenal menyakitkan adalah meminum ramuan "gurah suara" yang dimasukkan melalui hidung untuk membersihkan tenggorokan. Prosesi ini menjadi simbol penting: kesiapan total seorang penari Gandrung untuk mengabdi pada seni.

Sebanyak 1.350 penari yang terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA, dan UMUM ini telah menjalani masa pelatihan intensif selama lebih dari dua bulan. Mereka dipersiapkan untuk pagelaran akbar Gandrung Sewu yang tahun ini mengusung tema "Selendang Sang Gandrung".

Tema tersebut diperkirakan akan mengeksplorasi makna dan filosofi mendalam dari selendang, yang merupakan salah satu atribut paling vital dan sakral. Selendang bukan hanya pelengkap, melainkan simbol kekuatan, keluwesan, dan spiritualitas seorang Gandrung.

"Terima kasih atas dedikasi kalian dalam melestarikan seni budaya daerah. Gandrung Sewu adalah kebanggaan kita semua, menunjukkan betapa agungnya budaya Banyuwangi," pungkas Ipuk, memotivasi para penari muda tersebut.

Puncak perayaan budaya Banyuwangi, Gandrung Sewu, akan segera digelar pada Sabtu (25/10/2025) di lokasi yang sama, Pantai Boom Marina. Dalam pagelaran kolosal ini, 1.350 penari Gandrung akan menampilkan tari kolosal "Selendang Sang Gandrung".