Pariwisata Banyuwangi Kian Diminati, Kereta Api Jadi Alternatif Transportasi Favorit Menuju Ujung Timur Jawa
Pengguna moda transportasi massal kereta api di ujung timur Pulau Jawa terus menunjukkan grafik yang memuaskan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember mencatat adanya volume penumpang yang sangat signifikan di seluruh stasiun yang tersebar di wilayah Kabupaten Banyuwangi sepanjang tahun 2025. Fenomena ini mempertegas posisi kereta api sebagai tulang punggung mobilitas salah satu akomodasi penunjang pariwisata.
Antusiasme wisatawan untuk berkunjung ke Banyuwangi terlihat jelas dari padatnya aktivitas di gerbang-gerbang masuk utama. Stasiun Banyuwangi Kota dan Stasiun Ketapang menjadi titik paling sibuk yang melayani arus kedatangan maupun keberangkatan penumpang dari berbagai kota di Pulau Jawa, mulai dari kelas ekonomi hingga eksekutif.
Berdasarkan data okupansi KAI Daop 9 Jember, total penumpang yang menggunakan layanan kereta api selama tahun 2025 dengan tujuan berbagai stasiun di Kabupaten Banyuwangi menembus angka 1.679.052 penumpang. Angka ini menunjukkan betapa masifnya yang masuk ke destinasi wilayah paling timur Jawa tersebut melalui jalur rel.
Sementara itu, dari sisi keberangkatan, jumlah pengguna kereta api yang naik dari berbagai stasiun di Banyuwangi tercatat sebanyak 1.637.075 penumpang. Statistik ini mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap keandalan jadwal serta kenyamanan perjalanan yang ditawarkan oleh KAI dalam mendukung aktivitas harian masyarakat.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan bahwa peningkatan volume ini menjadi bukti nyata bahwa standar keamanan dan kenyamanan kereta api semakin diakui. Dalam keterangannya pada Selasa (03/2/2026), ia menyebutkan bahwa pencapaian ini melampaui ekspektasi pertumbuhan tahunan perusahaan.
"Pertumbuhan ini adalah sinyal positif bahwa kereta api telah menjadi pilihan utama mobilisasi masyarakat, baik untuk keperluan bekerja, studi, maupun wisata di wilayah Daop 9 Jember," ujar Cahyo.
Kondisi positif ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono, memberikan apresiasi terhadap performa KAI yang dinilai konsisten dalam memberikan pelayanan berkualitas bagi para pelancong yang ingin menikmati keindahan Bumi Blambangan.
“Lonjakan kunjungan ini memberikan efek domino bagi perekonomian lokal terutama di sektor pariwisata. Dengan banyaknya penumpang yang turun di Banyuwangi, diharapkan perputaran ekonomi di sektor perhotelan, UMKM, hingga jasa transportasi lokal juga ikut meningkat pesat, sehingga kesejahteraan masyarakat sekitar turut terangkat,” kata Hartono.

