Nyekar Petilasan Mbah Buyut Cili, Prosesi Sakral Sebelum Barong Ider Bumi Petilasan Buyut Cili
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Nyekar Petilasan Mbah Buyut Cili, Prosesi Sakral Sebelum Barong Ider Bumi

260x Dilihat

Sebelum dimulainya tradisi Barong Ider Bumi 2025, warga Desa Kemiren terlebih dahulu melaksanakan prosesi nyekar ke petilasan Mbah Buyut Cili, leluhur masyarakat Desa Kemiren. Prosesi ini dimulai sekitar pukul 14.00 WIB pada Selasa (1/4/2025) dan diikuti oleh keturunan keluarga besar pemangku Barong Kemiren.

 

Keturunan keluarga besar pemangku Barong Kemiren ke-7, Setyo Her Fendi, mengungkapkan bahwa prosesi nyekar bertujuan untuk "ngaturi", atau memberi persembahan kepada leluhur berupa Jangan Lembarang yang berisi Pecel Pitik yang isinya jeroan ayam kampung yang masih muda, sayap, kepala, berutu, dan juga ceker. Selain itu, prosesi nyekar juga bermaksud untuk "mapag dino", yaitu menjemput hari dilaksanakannya Barong Ider Bumi yang jatuh pada tanggal 2 Syawal.

 

"Jangan Lembarang itu tadi berisi jeroan ayam kampung, sayap, kepala, berutu, dan juga ceker. Selain itu, terdapat satu jenis jajanan pasar, yaitu kue Lepet," ungkap Fendi.

 

Menurut legenda yang berkembang di masyarakat, pada sekitar tahun 1840, Desa Kemiren sempat dilanda wabah penyakit mematikan. Penyakit tersebut menyebar dengan cepat dan mengancam keselamatan banyak warga desa. Dalam situasi yang penuh kecemasan tersebut, Mbah Buyut Cili menyerukan kepada warga desa untuk melakukan arak-arakan Barong sebagai bentuk tolak bala.

 

Prosesi nyekar ke petilasan Buyut Cili merupakan bagian penting dari ritual Barong Ider Bumi. Tradisi ini diharapkan membawa berkah dan keselamatan bagi warga, sekaligus menjadi bentuk pelestarian budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

 

Setelah prosesi nyekar selesai, barulah tradisi utama, yaitu Barong Ider Bumi, dimulai. Barong, yang merupakan simbol kekuatan dan keberkahan, akan diarak mengelilingi desa, dari Kemiren Timur menuju Kemiren Barat dan kembali lagi ke Timur. Prosesi ini tidak hanya menjadi bagian dari upacara adat, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga Desa Kemiren.

 

Setelah Barong diarak, ritual ini di akhiri selamatan dengan hidangan Pecel Pitik lengkap dengan Jangan Lembarang dan Kopat Lepet yang merupakan kuliner sakral khas Suku Osing Banyuwangi.

 

Keunikan dan nilai sakral yang terkandung dalam prosesi nyekar dan Barong Ider Bumi menjadikan ritual ini sebagai warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Using di Banyuwangi.