Mudik ke Banyuwangi? Jangan Lewatkan 3 Tradisi Unik yang Hanya Ada Saat Lebaran! Seblang Olehsari
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi

Mudik ke Banyuwangi? Jangan Lewatkan 3 Tradisi Unik yang Hanya Ada Saat Lebaran!

121x Dilihat

Momen libur Lebaran menjadi waktu yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus berwisata. Bagi Anda yang sedang berada di ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi menawarkan paket lengkap destinasi yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga kaya akan nilai budaya.

Mulai dari wisata alam yang eksotis hingga kuliner yang menggugah selera, semua tersedia di Bumi Blambangan. Namun, ada yang spesial di tahun ini. Masyarakat adat Banyuwangi telah menyiapkan atraksi seni budaya tahunan yang digelar khusus menyambut hari kemenangan.

Berikut adalah rekomendasi tradisi unik yang bisa Anda saksikan selama libur Lebaran di Banyuwangi:


1. Ritual Barong Ider Bumi (2 Syawal)


Terletak di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, ritual ini merupakan simbol bersih desa dan tolak bala oleh Suku Osing. Tradisi yang eksis sejak tahun 1800-an ini digelar setiap hari kedua Idul Fitri. Warga akan mengarak Barong keliling desa sambil diiringi musik rancak khas Banyuwangi. Menariknya, ritual ini ditutup dengan selamatan massal menyantap hidangan Pecel Pitik, kuliner khas kebanggaan warga Kemiren.

2. Seblang Olehsari (4 - 10 Syawal)


Bergeser ke Desa Olehsari, pengunjung bisa menyaksikan Seblang, ritual kuno tolak bala yang sarat akan nuansa magis. Penari Seblang adalah seorang gadis terpilih yang memiliki garis keturunan leluhur penari sebelumnya. Sang penari akan menari dalam kondisi  trance  (tidak sadar) selama tujuh hari. Dengan mahkota berupa  omprok  dari daun pisang muda dan bunga, ritual ini menjadi magnet kuat bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi mistis budaya Osing.

3. Puter Kayun (10 Syawal)


Memasuki hari ke-sepuluh Lebaran, warga Boyolangu, Kecamatan Giri, menggelar Puter Kayun. Ini adalah tradisi napak tilas sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada leluhur yang telah berjasa membuka akses jalan di utara Banyuwangi. Warga akan beriringan dari Kelurahan Boyolangu menuju Pantai Watu Dodol.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut bahwa libur Lebaran merupakan momentum besar bagi pergerakan ekonomi daerah.

"Libur lebaran menjadi momentum penggerak perekonomian. Selain bersilaturahmi, tentunya para pemudik juga ingin berwisata dengan keluarga. Maka, Banyuwangi menyiapkan sejumlah atraksi seni yang bisa ditonton, selain destinasi wisata yang bisa dikunjungi," ujar Ipuk, Rabu (18/3/2025).

Tak hanya ritual adat, Pemkab Banyuwangi juga akan menggelar Diaspora Banyuwangi pada 23 Maret mendatang. Acara ini menjadi ajang temu kangen bagi para perantau asal Banyuwangi yang pulang kampung dari berbagai belahan dunia.

"Ini ajang untuk memperkuat silaturahmi warga Banyuwangi dari berbagai kota di Indonesia dan belahan dunia. Kami ajak kumpul, saling lepas kangen, dan kami berharap bisa saling sharing dan tukar ide bagaimana untuk bisa tandang bareng membangun Banyuwangi," pungkas Ipuk.