Meriah! Kapal Nelayan Iringi Ritual Petik Laut Mandar di Banyuwangi Petik Laut Kampung Mandar Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi

Meriah! Kapal Nelayan Iringi Ritual Petik Laut Mandar di Banyuwangi

249x Dilihat

Suasana meriah dan sakral melingkupi kawasan Pantai Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, pada Minggu (9/11/2025). Ratusan kapal nelayan berhias bendera warna-warni berjajar rapi, menjadi pemandangan utama dalam gelaran ritual tahunan Petik Laut Mandar.

Puncak acara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, ditandai dengan kedatangan iring-iringan tokoh dan masyarakat adat Mandar yang membawa sesaji utama berupa kepala sapi. Kepala sapi ini telah dihias dengan kunyit, bunga, dan dilumuri minyak khas Mandar—yang menjadi ciri khas utama ritual ini.

Di barisan depan, tampak Ketua Adat Mandar Banyuwangi Puang Faizal Rizal Daeng Galak bersama Pelaksana Adat Mandar (Passili) Puang Dahliana Daeng Kebok, serta rombongan masyarakat.

Dentuman musik tradisional berpadu dengan aroma dupa dan hembusan angin laut menandai dimulainya prosesi sakral tersebut. Iring-iringan ini berhenti di tepi Pantai Ancol, tempat kapal utama untuk ritual bersandar.

Sajen yang berisi Kepala sapi kemudian diserahkan ke kapal utama, yang sesaat kemudian berangkat menuju tengah laut. Kapal utama ini dikawal oleh lebih dari 100 kapal nelayan, serta beberapa kapal niaga, kapal wisata, dan bahkan jetski.

Ketua adat Mandar, Puang Faizal Rizal Daeng Galak, menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan leluhur yang telah berlangsung sejak tahun 1.700-an.

“Tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 1.700-an. Semua tahapan tetap kami jaga seperti dulu. Kepala sapi diinapkan semalam di rumah adat, disembelih pada pagi hari, lalu dilumuri minyak Mandar sebelum dilarung ke laut. Minyak Mandar itu yang jadi ciri khas kami,” ujar Puang Faizal.

Setelah doa usai, kapal yang membawa sesaji berputar mengelilingi kawasan Pantai Boom dan Pantai Ancol, diiringi sorakan riang dari para nelayan.

Faizal menambahkan, tahun ini Petik Laut melibatkan lebih dari 100 kapal nelayan yang tergabung dalam 11 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dari Kelurahan Mandar dan Lateng.

“Petik laut ini bukan hanya soal adat, tapi juga tentang kerukunan antar-nelayan. Kita hidup dari laut, jadi harus menjaga laut dan menjaga kebersamaan,” tegasnya.

Ritual yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini tak hanya menjadi milik masyarakat adat Mandar. Warga sekitar turut meramaikan dengan memadati area pantai. Sepanjang jalan menuju pantai, berderet stan penjual makanan, minuman khas pesisir, hingga cenderamata.

Faizal berharap, dengan menjaga kelestarian ritual sesuai pakem, adat Mandar akan terus lestari di Banyuwangi. 

“Kita juga berharap hasil tangkapan nelayan tahun ini lebih baik dari sebelumnya," pungkasnya.