Menyulap Bambu Jadi Mahakarya, Kemeriahan Gintangan Bamboo Attraction Pukau Ribuan Warga Gintangan Bamboo Attraction 2026
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Menyulap Bambu Jadi Mahakarya, Kemeriahan Gintangan Bamboo Attraction Pukau Ribuan Warga

142x Dilihat

Sentra perajin bilah bambu di Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, kembali semarak lewat perhelatan tahunan *Gintangan Bamboo Attraction* yang dihelat untuk mengangkat potensi lokal ke panggung yang lebih luas.

Menyusuri ruas jalan utama desa pada Rabu (19/8/2026), kemeriahan tampak jelas dari antusiasme warga yang bahu-membahu menyukseskan gelaran yang menyedot perhatian publik luas tersebut. Dari anak-anak hingga kalangan usia lanjut turut ambil bagian dalam pawai kostum yang menampilkan beragam mahakarya olahan bambu. Aksi kreatif ini menegaskan reputasi daerah tersebut sebagai pusat kriya bambu yang kaya akan inovasi.

"Kami selalu menantikan momen karnaval ini. Produk anyaman tangan para perajin lokal di sini siap kami banggakan di hadapan khalayak," ujar Holiah, seorang perajin setempat.

Dalam kesehariannya, ia mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk merajut bilah bambu menjadi berbagai perkakas rumah tangga seperti tampah, ayakan, hingga tenong, yang pemasarannya rutin dikirim ke berbagai daerah termasuk Bali.

Selama puluhan tahun, tanaman bambu telah menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Gintangan. Ragam produk yang dihasilkan pun kian berkembang, mulai dari perlengkapan dapur tradisional, perabotan elegan, hingga cendera mata kontemporer yang kini telah menembus pasar nasional hingga mancanegara, seperti Jerman dan Maldives.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi langkah transformasi tersebut. Menurutnya, komoditas yang diolah melalui hilirisasi ini mendongkrak nilai tambah ekonomi sekaligus memperkokoh daya saing daerah.

"Produk kerajinan bambu Gintangan merupakan hasil produk hilirisasi yang menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat. Hilirisasi ini akan memperkuat daya saing sekaligus membuka peluang ekonomi lebih luas,” ujar Ipuk.

Lebih lanjut, Ipuk memuji kemampuan warga dalam mengemas warisan tradisi ke dalam balutan pertunjukan kontemporer. Kolaborasi kreativitas dan inovasi ini, imbuhnya, membuktikan bahwa kawasan pedesaan sanggup menjadi penggerak utama industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Kemeriahan festival juga diisi dengan pameran instalasi seni serta ornamen dekoratif estetis yang mendominasi sudut-sudut jalan desa, di mana pengunjung dapat langsung memborong produk kriya di sentra-sentra penjualan sepanjang rute acara.

Kepala Desa Gintangan Hardiyono menambahkan, perhelatan yang lahir dari sinergi antara desainer, seniman, dan perajin lokal ini berhasil membangkitkan kembali semangat serta kebanggaan generasi muda terhadap potensi tanah kelahiran mereka.