Menembus Awan, Menuju Kawah: TdBI 2025 Finis Dramatis di Puncak Keindahan Ijen
Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025 sukses berakhir pada Kamis siang (31/07/2025) dengan etape pamungkas yang menantang sekaligus memukau. Para pembalap menempuh 150 km dari RTH Genteng hingga finis heroik di Paltuding Ijen, sebuah penutup sempurna yang memadukan ketahanan fisik dan pesona alam.
Etape pamungkas ini dirancang untuk menguji batas atlet setelah total 575 km balapan selama empat hari. Tanjakan ekstrem menuju Ijen yang tersaji di rute ini sangat menguras energi, namun panorama alam yang luar biasa indah menjadi motivasi dan hadiah visual yang tak ternilai untuk setiap kayuhan. Rute ini juga menyajikan keindahan Erek-erek Geoforest dengan pakis raksasa yang menciptakan kanopi hijau menawan, seolah membawa pembalap menjelajahi dunia prasejarah.
Semakin tinggi, udara sejuk pegunungan menyelimuti, kontras dengan panasnya balapan sebelumnya. Rimbunnya pepohonan dan kabut tipis menciptakan suasana damai, memberikan pengalaman multisensori mendalam bagi peserta. Nicolo Petiti, membagikan perasaannya terhadap event kali ini, "Aku tidak berbohong, rasanya seperti berlomba di ajang dunia. Serasa Tour de France,” ungkap pembalap Italia itu.
Sementara Jeroen Meijers, pembalap asal Belanda memuji keberhasilan TdBI 2025. "Rekan saya, Edgar Nieto, sudah sepuluh kali ikut TdBI dan selalu bilang balapan ini sangat bagus. Jalanannya aman, tidak ada kendaraan yang mengganggu. Ini salah satu balapan favorit saya di Asia,” tuturnya.
Garis finis yang berada di Paltuding Ijen adalah memberi akhir dramatis yang diselimuti kabut gunung. Di ketinggian ini, pembalap disuguhi pemandangan megah Gunung Ijen dengan vegetasinya yang mempesona.Suasana pegunungan yang tenang menjadi tempat ideal untuk beristirahat setelah menaklukkan rute luar biasa ini.
Eape final TdBI 2025 di Paltuding Ijen sekali lagi membuktikan balap sepeda tak hanya tentang kecepatan dan kekuatan, tetapi juga keindahan perjalanan. Banyuwangi berhasil menyajikan ajang olahraga kelas dunia yang kompetitif dan mempromosikan kekayaan alamnya, menjadikan TdBI salah satu balap sepeda dengan pemandangan termegah di Asia.

