Menelisik Keindahan Motif Jenon, Tema Banyuwangi Batik Festival 2024
Banyuwangi Batik Festival menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu oleh pecinta batik. Tak sekadar menampilkan keindahan batik motif khas Banyuwangi, event ini juga menjadi sarana peningkatan ekonomi masyarakat. Tahun ini, Banyuwangi Batik Festival kembali hadir dengan mengusung tema The Beauty of Batik Jenon.
Jenon merupakan motif batik khas Banyuwangi yang memiliki keunikan tersendiri. Motif ini terdiri dari garis-garis lembut yang berpadu membentuk pola geometris belah ketupat. Motif ini juga dipercantik dengan pola bunga dan daun yang merambat ke atas.
“Kalau secara harfiah, jenon bisa berarti jhenu yaitu daun dan akar tuba yang berarti potasium alami. Sedangkan bentuknya yang simetris persegi bisa dikaitkan dengan empat hawa nafsu manusia, bisa digambarkan juga sebagai kupat dan perekat,” jelas Aekanu Haryono, budayawan dan pemerhati batik.
Literatur tentang motif jenon sendiri masih sangat sulit ditemukan. Selama ini pemaknaan filosofis dilakukan melalui kesepakatan para ahli. Hal ini disampaikan oleh Hasan Basri, ketua Dewan Kesenian Blambangan yang
“Literaturnya sulit sehingga kami harus mencari kesepakatan. Ini penting karena motif lawasan semacam ini perlu dikenalkan, tetapi juga perlu pembaharuan sehingga akan melanggengkan khasanah motif batik di Banyuwangi," ungkap Hasan.
Para ahli sepakat bahwa, bentuk segi empat motif jenon identik dengan ketupat yang oleh sebagian besar masyarakat diartikan dengan ngaku lepat atau mengakui kesalahan. Ada pula yang memaknainya sebagai rakitan janur yang berarti merajut hubungan sesama manusia. Sementara bunga dan daun yang merambat ke atas merupakan simbol hubungan dengan Yang Maha Kuasa.
Pengusungan motif jenon sebagai tema Banyuwangi Batik Festival merupakan upaya untuk memberikan nilai lebih terhadap kearifan lokal yang terwujud dalam motif dan ragam batik khas Banyuwangi. Harapannya, selain memberi dampak positif paa sektor ekonomi, juga dapat berperan dalam konservasi budaya.

