Mendarat di Bandara Ramah Lingkungan Banyuwangi, Menpar Widi Apresiasi Konsep Pariwisata Berkelanjutan
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi. Kedatangan Menpar Widi disambut hangat di Bandara Banyuwangi, sebuah infrastruktur penerbangan yang telah tersohor sebagai pelopor Green Airport Pertama di Indonesia.
Bandara ini bukan sekadar pintu masuk transportasi, melainkan simbol arsitektur berkelanjutan yang telah meraih berbagai penghargaan bergengsi tingkat nasional hingga internasional, seperti Aga Khan Award for Architecture 2022, Subroto Award 2023 dari Kementerian ESDM, Sertifikasi GREENSHIP Net Zero Healthy Ready (NZH) 2024 dari Green Building Council Indonesia (GBCI), Tanda Penghargaan Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat 2024 dari Kementerian Kesehatan RI, serta ASEAN Energy Awards 2026 kategori Energy Efficient Building dari ASEAN Centre for Energy (ACE).
Dalam agenda kunjungan kerjanya, Menpar Widi menyisir sejumlah titik strategis pengembangan pariwisata terpadu dan berbasis komunitas di Banyuwangi. Mengawali agendanya, beliau melakukan peninjauan langsung di kawasan Pantai Boom Marina untuk melihat penguatan konektivitas 3B yang menghubungkan Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara sebagai simpul penting interkoneksi pariwisata antarwilayah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan tokoh masyarakat di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.
Rangkaian kunjungan kerja tersebut diteruskan dengan visitasi ke Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Ijen guna memantau pengembangan pariwisata berbasis konservasi alam dan edukasi geologi. Sebagai penutup, Menpar Widi mengunjungi Desa Wisata Adat Osing Kemiren untuk melihat dari dekat pelestarian tradisi, budaya lokal suku Osing, serta pola pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat.
Melalui seluruh agenda ini, Kementerian Pariwisata menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan destinasi yang mengedepankan aspek keberlanjutan, konektivitas antarwilayah, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

