Manfaatkan Limbah Bekas, Banyuwangi Kembali Hadirkan Festival Creative Recycle 2022
lokal Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kab. Banyuwangi

Manfaatkan Limbah Bekas, Banyuwangi Kembali Hadirkan Festival Creative Recycle 2022

Dalam rangka memperingati hari Bumi Dunia 2022. Banyuwangi kembali menggelar Festival Creative Recycle 2022 dengan tema "Satu Bumi Untuk Masa Depan". Mulai dari siswa hingga masyarakat umum di Banyuwangi dilibatkan untuk berfikir kreatif dan memanfaatkan sekaligus mengurangi sampah di lingkungannya.

Kategori lomba dalam Festival Creative Recycle yaitu English Youth Speech Contest yang diikuti pelajar dan mahasiswa dan Innovative Recycling Competition diikuti masyarakat umum.

Mulai dari kertas bekas yang sudah tidak terpakai disulap menjadi hiasan meja, botol berbahan plastik bekas minuman menjadi vas bunga sehingga menjadi bunga-bunga cantik yang siap dijual dan bernilai ekonomis.

Dalam kategori English Youth Speech Contest, Juara 1 dimenangkan oleh Laurel Sabilla Widodo (SMAN 1 Giri Taruna Bangsa), Juara 2 diraih oleh Jerusha Rugun Excelsha Manurung (SMPN 1 Banyuwangi), Juara 3 diraih oleh Isytifa Anisa Adhla (SMA Muhammadiyah 2 Genteng), Harapan 1 diraih oleh Kharisma Galuh Adji Nur Islam (IAIDA Blokagung), Harapan 2 diraih oleh Sayyidah Maimunah Afifah (MAN 1 Banyuwangi). Dan pada kategori Juara Innovative Recycling Competition, Juara 1 dimenangkan oleh Sang Paper Glenmore, Juara 2 diraih oleh Arsinta Sulistyorini (Kelompok Lestari), Juara 3 diraih oleh Eco Green Team Pedia, Harapan 1 diraih oleh EFS Farm, Harapan 2 diraih oleh Achmad Fikri Fitrananda, S.IIP (SMPN 2 Glagah).

Dalam ajang ini para peserta dituntut kreatif dan inovatif dalam membuat suatu produk dari barang yang dianggap limbah atau sampah.

Seperti yang dilakukan Sang Paper Glenmore yakni dr. Ananta, Sp.OT memanfaatkan limbah pelepah pisang dan sisa tanaman padi yang diolah menjadi kertas.

"Sebenernya dalam pemanfaatan limbah tanaman ini tidak hanya pelepah pisang dan padi saja. Ada banyak limbah tanaman yang bisa kita manfaatkan." kata Ananta.

Ananta juga menambahkan, dalam jangka pendek ingin mengajak atau menggugah masyarakat untuk memanfaatkan limbah dengan baik. Untuk jangka menengah, bisa menjadikan limbah tanaman tertentu sebagai pembayaran asuransi kesehatan dengan sistem kurang lebih seperti bank sampah. Untuk jangka panjang membuat industri ramah lingkungan dengan bahan green enery.

Sementara itu Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan selamat kepada peserta yang menjadi pemenang terpilih. Karena banyak inovasi-inovasi baru dari limbah bekas yang diciptakan oleh putra-putri asli Banyuwangi.

"Peserta English Youth Speech Contest sangat keren dalam berbahasa Inggris. Dan juga peserta Innovative Recycling Competition sangat beragam dan juga berinovasi. Tentu ini sangat membantu Banyuwangi dalam pengelolaan limbah sampah dengan baik." kata Bupati Ipuk.

Tinggalkan komentar