Malam Apresiasi Banyuwangi Kolo Semono Berlangsung Meriah pertunjukan di Festival Banyuwangi Kolo Semono
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Malam Apresiasi Banyuwangi Kolo Semono Berlangsung Meriah

283x Dilihat

Malam penutupan pameran kerajinan klasik dan kuliner tradisional “Banyuwangi Kolo Semono” berlangsung meriah pada Jumat malam (07/06). Pameran kolosal ini telah berlangsung sejak tanggal 3 Juni lalu dan berhasil menyedot perhatian publik. Setiap harinya, pelataran Disbudpar Banyuwangi dipenuhi pengunjung baik dari kalangan siswa, mahasiswa hingga masyarakat umum. 

 

Acara penutupan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Ipuk Festiandani Azwar Anas yang nampak terkesima oleh suasana meriah mala itu. 

 

“Acara ini merupakan cara pemerintah untuk merawat dan mengembangkan kearifan lokal yang dimiliki Banyuwangi dan sekaligus sebagai sarana untuk memulihkan ekonomi lewat beragam atraksi yang digelar di acara ini,” ungkap Ipuk. 

 

Ipuk turut mengucapkan terima kasih ke pada semua pihak yang telah mewujudkan pameran yang kental akan unsur kearifan lokal itu. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan cara pemerintah untuk melakukan konsolidasi dengan seluruh stake holder yang ada di Banyuwangi seperti seniman, budayawan, dunia pendidikan bahkan sektor ekonomi. 

 

Haryanto, warga lingkungan Kertosari mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dapat berkunjung ke pameran. Ia mengajak istri sekaligus ketiga putrinya untuk menikmati suguhan seni dan kuliner tradisional di sana. 

 

“Saya bawa semua anak-anak supaya mereka tahu bagaimana sejarah dan kesenian Banyuwangi. Saya rasa acara seperti ini perlu diadakan setiap tahunnya dan ditingkatkan lagi kualitasnya agar dapat menarik minat generasi muda,” tuturnya. 

 

Malam penutupan itu, sekaligus menjadi malam anugrah bagi para peserta lomba yang telah tampil di hari-hari sebelumnya. Lomba tersebut antara lain yaitu lomba teater celathu, lomba musik tradisi dan sinden, serta lomba tari tradisi kreasi baru. Seluruh peserta lomba mendapatkan apresiasi yang diberikan langsung oleh Bupati. 

 

“Alhamdulillah, malam ini dapat kembali berkumpul dengan teman-teman seniman lain. Seperti yang disampaikan Bupati tadi, tidak ada menang kalah dalam lomba ini, seluruh penampilan kita rayakan bersama, malam ini adalah milik kesenian tradisional Banyuwangi,” ungkap Ahsana Ilhami, founder Komunitas Damar Art. 

 

Pameran Banyuwangi Kolo Semono sukses menjadi wadah berbagai sektor untuk berkolaborasi. Tak hanya memamerkan kekayaan sejarah dan tradisi, pameran ini juga menjadi pendorong ekonomi bagi pelaku UMKM. Berbagai pertunjukan dan lomba seni yang diadakan pun semakin memacu para seniman dan sanggar untuk mengembangkan kesenian tradisional dengan pendekatan yang segar dan inovatif.