Mainan Bambu Tradisional Curi Perhatian di TdBI 2025: Warisan Budaya Bangkit di Panggung Dunia mainan ethek-ethek
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Mainan Bambu Tradisional Curi Perhatian di TdBI 2025: Warisan Budaya Bangkit di Panggung Dunia

227x Dilihat

Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025 tak hanya sekadar ajang balap sepeda internasional. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merancang acara ini sebagai panggung besar untuk merevitalisasi akar budaya lokal yang kian tergerus modernitas. Di tengah gemuruh kompetisi olahraga, TdBI 2025 menempatkan pelestarian warisan budaya sebagai salah satu pilar utamanya, menjadikannya sebuah perayaan yang holistik bagi masyarakat Banyuwangi.

 

Salah satu inisiatif paling menarik dalam upaya pelestarian budaya ini adalah kembalinya mainan tradisional bambu dalam prosesi penyambutan para pembalap di garis finis. Mainan yang dulunya akrab di tangan anak-anak desa, seperti otok-otok atau klotokan, kini diberi ruang terhormat dalam sebuah ajang bertaraf internasional. Ini bukan sekadar sentuhan nostalgia, melainkan sebuah pernyataan tentang komitmen Banyuwangi untuk mengenalkan kembali kekayaan budaya kepada generasi masa kini.

 

Kehadiran mainan bambu tradisional ini memiliki makna yang mendalam. Ini adalah bentuk nyata pelestarian warisan budaya, sekaligus simbol resistensi terhadap dominasi gawai dalam kehidupan anak-anak zaman sekarang. Melalui TdBI 2025, mainan-mainan sederhana ini diharapkan dapat kembali merebut hati anak-anak, mengalihkan perhatian mereka dari layar gawai, dan menghubungkan mereka kembali dengan permainan tradisional yang edukatif serta melatih kreativitas.

 

Selain mainan bambu, TdBI menjadi ajang di mana generasi muda kembali diperkenalkan pada nilai-nilai lokal lainnya. Masyarakat diberdayakan untuk menunjukkan kekuatan budayanya, mulai dari tarian tradisional, kuliner khas, kerajinan lokal, hingga simbol-simbol etnik seperti batik Gajah Oling. Semua elemen budaya ini menyatu dalam semangat kebersamaan, menciptakan atmosfer festival yang kaya akan identitas lokal.

 

Tour de Banyuwangi Ijen 2025 adalah cerminan dari kolaborasi harmonis antara olahraga, ekonomi, dan budaya, yang dibalut dalam semangat gotong royong. Ini bukan hanya tentang kecepatan di lintasan balap, ini adalah sebuah festival kehidupan Banyuwangi yang bergerak bersama rakyatnya, menunjukkan bahwa sport-tourism dapat menjadi sarana kuat untuk mengakar pada kearifan lokal dan menghidupkan kembali warisan budaya.