Long Weekend di Banyuwangi, Mending Serbu Wisata Jalur Selatan yang Estetik atau Utara yang Menantang?  Destinasi De Djawatan
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Long Weekend di Banyuwangi, Mending Serbu Wisata Jalur Selatan yang Estetik atau Utara yang Menantang? 

117x Dilihat

Libur panjang long weekend kerap menyisakan dilema bagi para pelancong yang ingin mengeksplorasi Kabupaten Banyuwangi. Harus memulai perjalanan dari rute mana? Karena kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini memiliki beragam bentang alam yang secara alami terbagi menjadi dua bagian, yakni Jalur Selatan dan Jalur Utara. Kedua rute ini menawarkan karakteristik yang berbeda, namun sama-sama menjanjikan pelarian yang sempurna dari rutinitas harian.

Bagi wisatawan yang mendambakan ritme liburan santai, estetik, dan sarat akan petualangan pantai, Jalur Selatan adalah jawaban yang tepat. Perjalanan di jalur ini menawarkan atmosfer magis layaknya masuk ke dunia fantasi saat kaki melangkah di antara pohon-pohon trembesi di De Djawatan Forest. Puas menikmati keteduhan hutan, petualangan langsung berlanjut ke laut lepas melalui aktivitas island hopping, naik perahu untuk menyingkap keindahan tersembunyi di Pulau Bedil dan Jungle Island. Sebagai penutup hari, wisatawan dapat mencoba serunya wahana water sports di Pantai Pulau Merah sekaligus menikmati panorama matahari terbenam karena kawasan ini merupakan salah satu sunset point terbaik di Banyuwangi.

Sementara itu, bagi mereka yang berjiwa petualang dan mencari pengalaman yang memacu adrenalin, Jalur Utara menyajikan tantangan yang sulit ditolak. Perjalanan di rute ini dimulai sejak dini hari, di mana wisatawan akan ditantang menembus dinginnya malam menuju puncak Gunung Ijen demi menyambut kemegahan panorama fajar.

Memasuki siang hari, rasa lelah mendaki langsung dibayar tuntas dengan kesegaran memikat di Bangsring Underwater, tempat wisatawan bisa merasakan pengalaman snorkeling dengan pemandangan bawah air yang menakjubkan, sebelum melanjutkan langkah ke hamparan pasir putih Pulau Tabuhan. Menjelang sore hari, petualangan ditutup dengan city tour yang santai namun tetap asik. Wisatawan dapat menelisik cerita masa lalu dan kearifan lokal di Pendopo Sabha Swagata Blambangan yang sarat akan nilai sejarah. Perjalanan di Jalur Utara ini kemudian diakhiri dengan menikmati suasana Selat Bali di Pantai Boom.

Kedua jalur ini membuktikan bahwa Banyuwangi selalu punya cara untuk memikat hati para pelancong. Jika masih bingung menentukan pilihan, strategi terbaik adalah memadukan kedua rute tersebut ke dalam satu rencana perjalanan. Dengan pengaturan jadwal yang cermat, liburan long weekend akan menjadi momen sempurna untuk merasakan keindahan Banyuwangi di segala sisi.