Lomba Patrol dan Kundaran Semarakkan Malam Ramadhan di Banyuwangi Festival Budaya Ramadhan 2024
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Lomba Patrol dan Kundaran Semarakkan Malam Ramadhan di Banyuwangi

369x Dilihat

Festival Budaya Ramadhan kembali menyapa dengan menghadirkan parade lomba Patrol dan Kundaran pada Senin malam (25/04). Festival yang berlangsung di halaman Stadion Diponegoro itu berhasil menyedot perhatian masyarakat  lantaran dilaksanakan pada jam setelah tarawih.

"Alhamdulillah malam ini kita dapat berkumpul di festival ini dalam suasana meriah. Semoga festival ini bisa menjadi car akita untuk terus bagaimana mensyiarkan agama lewat cara-cara yang humanis dan menarik. Malam ini kita juga akan melihat bagaimana kreasi Patrol dan Kundaran sebagai bagian dari Upaya melestarikan budaya lokal di Banyuwangi,” sambut Ipuk Festiandani Azwar Anas, Bupati Banyuwangi.

Pada tahun ini, lomba Patrol dan Kundaran diikuti oleh lima kelompok musik Patrol dan lima kelompok seni Kundaran. Sebelumnya, seluruh kecamatan di Banyuwangi mengirimkan perwakilan kelompok Patrol dan Kundaran melalui video. Peserta terpilih melanjutkan persaingan pada malam penjurian final. 

Peserta kelompok Patrol yang berhasil lolos ke penjurian final antara lain perwakilan dari kecamatan Srono, Banyuwangi, Cluring, Blimbingsari dan Kalipuro. Sementara kelompok Kundaran terdiri dari perwakilan kecamatan Cluring, Singojuruh, Banyuwangi,  Blimbingsari dan Glagah.

"Kami sangat excited malam ini, sebetulnya agak nggak nyangka bisa lolos lima besar karena peserta berasal dari semua kecamatan di Banyuwangi. Harapannya, kami dapat membawa juara malam ini," ungkap peserta perwakilan Kecamatan Srono. 

Parade lomba Patrol dan Kundaran rencananya akan melalukan parade melewati rute sepanjang kurang lebih dua kilometer. Rute dimulai dari Stadion Diponegoro yang selanjutnya bertolak ke Jalan Kapuas, melalui lingkungan Kelurahan Penganjuran sampai ke Jalan Datuk Ibrahim dan berakhir di Taman Blambangan. Namun karena cuaca hujan deras mengguyur, seluruh peserta tampil di panggung. Hal itu tak menghalangi para suppoerter untuk menyemangati tim jagoan mereka. 

Festival ini sekaligus menjadi sarana untuk melestarikan tradisi Ramadhan di Banyuwangi. Musik Patrol dengan instrumen tradisional berupa kentongan dan angklung merupakan budaya guyub masyarakat Banyuwangi untuk membangunkan sahur. Sementara Kundaran adalah tari tradisional bernuansa Islami dengan musik hadrah yang dulunya menjadi media syiar.