Libur Panjang Isra Miraj 2026, Saatnya Eksplorasi Pesona Banyuwangi Pulau Mbedil Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi

Libur Panjang Isra Miraj 2026, Saatnya Eksplorasi Pesona Banyuwangi

655x Dilihat

Perayaan Isra Miraj pada tahun 2026 ini membawa kabar gembira bagi para pelancong. Jatuhnya hari besar tersebut di tengah pekan menciptakan deretan libur yang bersambung dengan akhir pekan atau long weekend. Momen ini menjadi waktu yang paling tepat untuk melepas penat sejenak dan melakukan perjalanan wisata bersama keluarga maupun sahabat tercinta.

 

Banyuwangi, yang dijuluki sebagai The Sunrise of Java, menjadi salah satu destinasi unggulan yang menawarkan paket lengkap mulai dari pantai hingga pegunungan. Untuk memaksimalkan waktu libur Anda, perencanaan perjalanan yang matang sangat diperlukan. Berikut adalah rekomendasi perjalanan empat hari yang dapat dijadikan panduan agar liburan Anda di Banyuwangi terasa berkesan dan menyenangkan.

 

 

Memulai hari pertama, wisatawan diajak langsung menuju ke arah selatan Banyuwangi. Wilayah ini tersohor akan keindahan jajaran pantai dengan pasir putihnya yang bersih dan air laut yang jernih. Salah satu primadonanya adalah Pulau Mbedil, sebuah destinasi yang menawarkan suasana pulau yang keren. Di sini, Anda dapat menikmati terkenal dengan gugusan pulau kecil, air laut jernih, dan laguna hijau kebiruan yang dijuluki "Raja Ampat-nya Banyuwangi"

 

 

 

Tak jauh dari sana, wisatawan dapat bergeser ke Pantai Mustika untuk menikmati santap siang atau sore hari. Pantai ini bukan sekadar tempat singgah, melainkan gerbang utama bagi mereka yang ingin menyeberang menuju Pulau Mbedil. Bagi pecinta kuliner, Pantai Mustika adalah surga kudapan laut segar yang diolah dengan bumbu khas lokal, menjadikannya pilihan sempurna untuk mengisi tenaga sebelum melanjutkan petualangan.

 

 

Memasuki hari kedua, perjalanan berlanjut menuju "Banyuwangi Lantai Dua" atau wilayah dataran tinggi Gunung Ijen. Kawah Ijen merupakan destinasi kelas dunia yang keindahannya tak perlu diragukan lagi. Bintang utama di sini adalah danau asam berwarna hijau zamrud yang sangat memukau mata. Bagi yang berjiwa petualang dan ingin menyaksikan sunrise dari atas gunung, pendakian harus sudah dimulai sejak dini hari.

 

 

Setelah lelah mendaki, wisatawan dapat beristirahat sejenak di Taman Gandrung Terakota. Situs budaya ini menawarkan pemandangan unik berupa seribu patung penari Gandrung yang terbuat dari tembikar. Patung-patung tersebut ditata sedemikian rupa di area persawahan hijau, membentuk formasi atraktif yang merepresentasikan kekayaan seni budaya masyarakat Banyuwangi dalam balutan alam yang asri.

 

 

Hari ketiga adalah waktunya mengeksplorasi kekayaan bawah laut di sisi utara, tepatnya di Pantai Grand Watudodol (GWD) dan Pulau Tabuhan. Pantai GWD bukan sekadar tempat wisata biasa, melainkan kawasan konservasi terpadu yang memiliki pusat edukasi terumbu karang. Kecantikan bawah lautnya sangat luar biasa, bahkan beberapa titik terumbu karang dapat disaksikan dengan mata telanjang dari atas perahu karena kejernihan airnya.

 

 

Petualangan air semakin lengkap dengan menyeberang ke Pulau Tabuhan, sebuah pulau kecil eksotis yang terletak di timur laut GWD. Pulau ini menawarkan gradasi warna air laut yang memanjakan mata, mulai dari putih transparan hingga biru pekat. Di pulau tak berpenghuni ini, pengunjung bebas melakukan berbagai aktivitas air yang seru seperti snorkeling, hingga sekadar berfoto di garis pantai yang ikonik.

 

 

Pada hari terakhir, saatnya bersantai dan meresapi denyut nadi kehidupan kota. Kota Banyuwangi memiliki banyak bangunan bersejarah yang menarik untuk dikulik. Perjalanan ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan, yang merupakan rumah dinas Bupati memiliki arsitektur yang unik dan terbuka untuk umum, lengkap dengan Sumur Sritanjung yang melegenda.