Libur Panjang, 47 Ribu Lebih Wisatawan 'Serbu' Banyuwangi Naik Kereta!
Lonjakan wisatawan memadati Kabupaten Banyuwangi selama momentum libur panjang Kenaikan Yesus Kristus. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mendeteksi adanya grafik kenaikan yang signifikan pada angka pengguna jasa kereta api sepanjang periode 13 - 17 Mei 2026 di kawasan ujung timur Pulau Jawa tersebut. Antusiasme tinggi warga dalam memilih jalur rel ini merefleksikan besarnya keyakinan masyarakat terhadap keandalan, kenyamanan, serta ketepatan jadwal armada kereta.
KAI Daop 9 Jember melalui Manager Hukum dan Humas, Cahyo Widiantoro, memaparkan bahwa sepanjang masa liburan tersebut, pihaknya sukses mengakomodasi perjalanan bagi 47.589 pengguna jasa. Angka tersebut mengakumulasi total keberangkatan sebanyak 23.519 orang dan kedatangan mencapai 24.070 penumpang.
"Pada momen angkutan libur panjang Kenaikan Yesus Kristus ini, kami melihat adanya pergerakan massa yang sangat masif memanfaatkan moda transportasi kereta api di area Banyuwangi. Sampai dengan hari ini, akumulasi pengguna jasa yang kami fasilitasi sudah menembus angka 47.589 orang," tutur Cahyo.
Meski demikian, manajemen KAI Daop 9 Jember memproyeksikan bahwa hari Minggu, 17 Mei 2026 akan menjadi titik tertinggi penumpukan penumpang. Hal ini dikarenakan hari tersebut merupakan momen pemungkas dari rangkaian libur panjang akhir pekan.
"Apresiasi setinggi-tingginya kami sematkan kepada para pelanggan setia yang konsisten memilih KAI sebagai mitra perjalanan mereka. Tingginya animo publik ini tentu menjadi pelecut semangat bagi kami untuk melahirkan terobosan baru dan mendongkrak standar servis demi kepuasan penumpang," imbuh Cahyo.
Derasnya arus kedatangan pelancong ke pelbagai spot wisata mengindikasikan bahwa variasi objek wisata yang disuguhkan Banyuwangi sangat memikat. Mulai dari panorama alam, eksotisme pesisir, hingga wahana rekreasi modern, seluruhnya sukses menjaring minat dari berbagai kalangan pelancong domestik.
Merespons lonjakan drastis angka kunjungan pelancong ini, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Banyuwangi, Hartono, menginstruksikan agar jajarannya tidak cepat puas dengan capaian positif saat ini.
Di mata Hartono, lonjakan volume wisatawan ini harus dimanfaatkan sebagai alarm penting untuk mengevaluasi diri. Otoritas Kabupaten Banyuwangi berkomitmen penuh untuk terus membenahi sektor-sektor vital, mulai dari keramahan pelayanan, kebersihan lingkungan, hingga ketersediaan sarana umum di destinasi wisata agar pelancong merasa betah.
"Ledakan kunjungan pelancong dalam skala besar ini sejatinya adalah amanah berat bagi kami. Pemerintah Daerah Banyuwangi berkomitmen kuat untuk memoles kualitas serta tata kelola sektor wisata, agar setiap pelancong membawa pulang kesan yang aman, damai, dan membekas di hati," jelas Hartono.
Pertumbuhan masif jumlah wisatawan di pertengahan Mei ini digadang-gadang mampu menjadi motor penggerak bagi roda perekonomian lokal secara makro. Lewat kolaborasi lintas instansi yang harmonis, Banyuwangi optimistis performa impresif ini dapat terus dijaga sepanjang tahun, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kiblat pariwisata elit di tanah air.

