Libur Nataru 2025, Banyuwangi Dibanjiri Wisatawan Pengunjung di Boom Marina Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi

Libur Nataru 2025, Banyuwangi Dibanjiri Wisatawan

348x Dilihat

Kabupaten Banyuwangi kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menghabiskan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kunjungan ke Bumi Blambangan mengalami lonjakan signifikan yang merata, mulai dari penginapan kelas hotel berbintang, vila, hingga homestay milik warga.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme pelancong yang memilih Banyuwangi sebagai tempat berlibur. "Alhamdulillah, Banyuwangi tetap menjadi pilihan utama. Ini membawa berkah luar biasa bagi masyarakat. Seluruh destinasi ramai, bahkan banyak akomodasi yang sudah full booked hingga awal tahun 2026," ujar Ipuk saat meninjau situasi pada Sabtu (27/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk memberikan pesan khusus kepada para pengelola destinasi dan penyedia jasa penginapan. Ia meminta agar lonjakan pengunjung ini dibarengi dengan peningkatan standar pelayanan atau hospitality. Pemkab pun telah menerjunkan tim monitoring khusus yang melakukan pengecekan rutin ke lapangan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan tetap terjaga.

Persiapan matang sebenarnya telah dilakukan jauh-jauh hari melalui konsolidasi antara Pemkab Banyuwangi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Koordinasi ini mencakup kesiapan infrastruktur destinasi, pengemasan atraksi wisata, hingga strategi antisipasi membeludaknya pengunjung agar alur masuk wisatawan tetap tertib dan aman.

Data statistik menunjukkan bahwa sejak dimulainya libur sekolah pada 22 Desember hingga 26 Desember 2025, angka okupansi hotel berada di kisaran 83 hingga 100 persen. Executive Marketing Villa So Long, Imam Solehan, mengonfirmasi bahwa seluruh kamar di tempatnya telah habis dipesan sejak awal Desember hingga 3 Januari 2026 oleh tamu yang mayoritas berasal dari luar kota.

Daya tarik Banyuwangi tidak hanya berpusat pada wisata alam pegunungan, tetapi juga wisata pantai di area kota. Seperti yang diungkapkan Putri, wisatawan asal Surabaya yang mengunjungi Pantai Pulau Santen. Ia mengaku tertarik berkunjung setelah melihat tren di TikTok. Menurutnya, pantai di Banyuwangi memiliki suasana yang rindang, relatif bersih, dan selalu menawarkan inovasi baru bagi pengunjung.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman, merinci sejumlah hotel yang mencatat okupansi maksimal. Lintang Luku Resort dan Teras Hotel mencatatkan angka 100 persen, disusul Hotel Ketapang Indah dan Surya Jajag sebesar 99 persen. Sementara itu, Hotel Kokoon, El Hotel, dan Ilira berada di angka 82 hingga 87 persen, didukung pula oleh kenaikan hunian di sektor homestay.

Lonjakan pengunjung di objek wisata pun tercatat sangat drastis, dengan rata-rata kenaikan mencapai 100 persen dibandingkan hari biasa. Berdasarkan data tiket masuk dari tanggal 22 hingga 25 Desember saja, tercatat sudah ada 21.553 pengunjung yang terdata secara resmi. Angka ini diprediksi akan terus meroket tajam seiring mendekatnya perayaan malam pergantian tahun.

Kawasan wisata Ijen tetap menjadi primadona utama yang menawarkan paket lengkap, mulai dari pendakian Kawah Ijen hingga destinasi sekitar seperti Taman Gandrung Terakota dan Pemandian Alam Jopuro. Taufik mencatat dalam kurun waktu lima hari terakhir (22-27 Desember 2025), jumlah wisatawan yang melakukan pendakian ke Kawah Ijen telah menembus angka 5.000 orang.

Tidak hanya Ijen, destinasi pesisir lainnya seperti Pantai Grand Watu Dodol (GWD), Pantai Cacalan, Pantai Pulau Merah, hingga keindahan Pulau Bedil juga dilaporkan mengalami peningkatan kunjungan yang stabil. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa keragaman destinasi di Banyuwangi mampu mengakomodasi berbagai segmen wisatawan, mulai dari pecinta alam hingga keluarga.