Libur Nataru 2024 Banyuwangi Banjir Wisatawan, Omzet Toko Oleh-oleh Meroket
Banyuwangi kembali membuktikan diri sebagai destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Selama libur Natal dan Tahun Baru 2025, kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini dibanjiri ratusan ribu wisatawan. Alhasil, sektor pariwisata dan UMKM lokal, khususnya toko oleh-oleh, merasakan dampak positif yang signifikan.
Lonjakan jumlah pengunjung berimbas pada peningkatan penjualan di berbagai toko oleh-oleh. Aneka jajanan khas Banyuwangi seperti kue bagiak, sale pisang, bolu kuwuk dan berbagai jenis kopi menjadi primadona. Selain itu, produk kerajinan tangan, batik dan udeng juga laris manis diburu wisatawan sebagai buah tangan.
Head Office pusat oleh-oleh Pakdhe Osing, Ahmad Jasari, mengungkapkan bahwa pihaknya mengalami kenaikan omzet hingga 100 persen.
"Kami sangat senang dengan antusiasme pengunjung. Tahun ini penjualan kami meningkat drastis.Wisatawan sangat tertarik dengan produk lokal khususnya jajanan untuk buah tangan,” ungkap Ari (02/01/2025).
Hal serupa disampaikan oleh tim Marketing Osing Deles, Gusdarul Ulum. Menurutnya, produk oleh-oleh yang banyak disasar wisatawan adalah produk jajanan. Sementara kain batik khas Banyuwangi menempati posisi favorit kedua.
"Penjualan kami naik sebesar 60 persen dibanding hari biasa. Ini tentunya menjadi momen yang kami tunggu-tunggu setiap tahunnya," beber pria yang kerap disapa Ciunk itu.
Peningkatan jumlah wisatawan dan tingginya permintaan oleh-oleh juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata terus berkembang pesat dan memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
“Dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang, kami optimistis sektor pariwisata akan terus tumbuh. Hal ini tentunya mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk pelaku usaha di sektor oleh-oleh,” ujar Taufik.
Dengan berakhirnya libur Natal dan Tahun Baru, para pelaku usaha berharap tren peningkatan ini dapat berlanjut, terutama dengan adanya berbagai event wisata yang dijadwalkan sepanjang tahun 2025. Pemerintah daerah bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pun terus berupaya memperbaiki fasilitas dan infrastruktur di destinasi wisata untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung.

