Libur Lebaran Idul Fitri, Cella Kotak Ajak Keluarga Eksplorasi Wisata Alam dan Kuliner di Banyuwangi
Momentum libur Lebaran Idul Fitri 1447 H menjadi saat yang spesial bagi gitaris band rock ternama Kotak, Mario Marcella Handika Putra. Pria yang akrab disapa Cella ini memilih untuk mudik ke kampung halamannya di Banyuwangi. Tak sendirian, Cella memboyong serta istri dan kedua anaknya untuk menikmati suasana hari raya di ujung timur Pulau Jawa tersebut.
Dengan mengendarai mobil pribadinya, pentolan band yang populer lewat lagu "Beraksi" ini langsung tancap gas mengeksplorasi berbagai destinasi wisata unggulan di Bumi Blambangan. Langkah ini dilakukan Cella untuk mengisi waktu libur sekaligus melepas penat dari padatnya jadwal panggung di ibu kota. Salah satu destinasi yang menjadi jujukan utamanya adalah Pemandian Wisata Jopuro.
Bagi Cella, Jopuro bukan sekadar pemandian biasa, melainkan destinasi wisata keluarga yang sangat lengkap dan edukatif. Ia ingin memperkenalkan kekayaan alam tanah kelahirannya kepada anak dan istrinya secara langsung.
“Saya bisa mengenalkan kepada anak dan istri bahwa destinasi wisata Jopuro ini cocok banget untuk liburan keluarga," ujar Cella.
Di kawasan Jopuro, Cella mengajak keluarganya untuk mengenali indikator lingkungan yang sehat melalui keberadaan fauna lokal. Ia menjelaskan bahwa banyaknya capung yang beterbangan di area tersebut menjadi tanda bahwa kualitas air di Jopuro sangat bersih dan terjaga. Edukasi sederhana ini menjadi cara Cella menanamkan rasa cinta lingkungan kepada buah hatinya sejak dini.
“Jadi capung itu adalah salah satu indikator air bersih. Makanya di Jopuro ada banyak capung karena sumber mata airnya terjaga," ungkap Cella.
Ia juga menambahkan bahwa kelestarian alam ini tidak lepas dari kearifan lokal masyarakat setempat yang rutin menggelar tradisi syukuran Ithuk-Ithukan sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya sumber mata air.
Tak hanya soal air, Cella juga menunjukkan sisi geologis dan historis dari kawasan yang masuk dalam area Geopark Ijen tersebut. Ia memperlihatkan batuan-batuan unik yang merupakan hasil letusan gunung berapi di masa lampau. Selain itu, melimpahnya tanaman selada air di sekitar aliran sungai menjadi bukti nyata kesuburan tanah dan kemurnian ekosistem di Desa Kampung Anyar tersebut.
Setelah puas bermain air dan menikmati pemandangan alam, Cella memboyong keluarganya untuk mencicipi kuliner khas yang melegenda, yakni Sego Tempong. Menariknya, mereka menikmati hidangan tersebut di warung sekitar pemandian yang menyajikan sayur selada air segar hasil panen langsung dari lahan warga di sekitar area Jopuro.
“Di warung pemandian sini ada yang jual Sego Tempong dengan sayur selada air hasil panen dari sekitaran sini. Apalagi sambal cabe dan ranti yang nampol serta suara gemericik air yang syahdu menambah selera makan,” ujar Cella.
Perpaduan rasa pedas yang khas dengan suasana alam yang tenang menjadi momen yang tak terlupakan bagi keluarganya.
Sembari berkeliling, Cella tampak sangat bersemangat menjelaskan setiap sudut Jopuro yang kini bertransformasi menjadi salah satu destinasi favorit di Banyuwangi. Ia terlihat bangga memamerkan setiap detail keindahan lokal kepada istri dan anak-anaknya, mulai dari aspek lingkungan hingga nilai-nilai budaya yang masih dipegang teguh oleh masyarakat.
Tak hanya itu, Cella berkesempatan mengunjungi Sanggar Nampani milik masyarakat lokal Jopuro.
“Jadi kita juga ke sanggar Nampani milik Kang Samian teman kita, disini kita diajak makan durian lokal yang rasanya beda dengan di kota-kota lain, sambil berdiskusi mengenai budaya lokal di Banyuwangi,” pungkas Cella.
Melalui perjalanan mudik kali ini, Cella ingin menegaskan bahwa Banyuwangi bukan sekadar tempat singgah di kala liburan. Baginya, daerah ini adalah rumah yang kaya akan nilai historis, spiritual, dan keajaiban alam yang harus terus diperkenalkan ke dunia luar.

