Kusir Delman De-Djawatan Makin Percaya Diri Menerima Pengunjung
Puluhan kusir delman wisata telah mengikuti pelatihan hospitality yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi untuk pelaku wisata di destinasi De-Djawatan pada Kamis siang (01/08/2024). Hal ini membuat para kusir makin percaya diri menerima tamu pengunjung.
“Alhamdulillah, barusan saya bersama teman-teman mendapat ilmu baru, himbauannya juga sangat bagus. Kami sepakat untuk menyetujui aturan baru yang berlaku dan ke depannya akan kami memaksimalkan dalam memberi pelayanan untuk pengunjung,” ungkap Habibi, kusir delman wisata De-Djawatan.
Dalam kesempatan itu, para kusir dibekali materi Kepemanduan Wisata yang disampaikan oleh Aekanu Haryono, budayawan yang juga menekuni bidang guiding. Materi tersebut meliputi cara menyapa tamu, menjawab pertanyaan dan bagaimana cara berpenampilan menarik. Hal ini penting untuk diketahui karena merupakan kunci dari kenyamanan pengguna jasa delman wisata.
"Kami juga diberi udeng agar penampilan saat bekerja lebih menarik. Udeng ini sekaligus memperkuat identitas Banyuwangi," imbuh Habibi.
Para kusir juga diedukasi mengenai profil dan sejarah De-Djawatan. Pengetahuan ini tak kalah penting lantaran tak sedikit pengunjung yang melempar pertanyaan seputar De-Djawatan ketika mengendarai delman. Banyak pula pengunjung yang datang tanpa pemandu wisata sehingga mereka membutuhkan informasi dari pelaku wisata yang berada di lokasi, salah satunya kusir.
Tak ketinggalan, materi tentang dasar-dasar fotografi pun ikut disampaikan dalam pelatihan tersebut. Kemampuan ini tak kalah penting karena dapat membantu pengunjung mengabadikan momen liburan mereka. Para kusir turut diajak mengeksplor titik mana saja yang bagus untuk mengambil foto sehingga mereka dapat memberi rekomendasi kepada pengunjung.
Selain melakukan pelatihan, Pemkab juga telah menerbitkan peraturan baru terkait jasa transportasi delman di dalam kawasan De-Djawatan. Kini, pengunjung dapat melakukan transaksi melalui QRIS dengan dengan tarif Rp. 50.000 untuk tiga puluh menit berkeliling. Para kusir juga mendapatkan udheng guna menunjang penampilan ketika bekerja. Ke depannya, Pemkab akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap aturan baru yang diberlakukan.

