Kirab Adat Budaya Nusantara Tampilkan Keberagaman Suku di Banyuwangi Kirab keberagaman suku di Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Kirab Adat Budaya Nusantara Tampilkan Keberagaman Suku di Banyuwangi

392x Dilihat

Banyuwangi adalah wilayah dengan tingkat pluralitas tinggi. Untuk merayakan keberagaman tersebut, tiap tahunnya Pemkab menggelar Festival Kebangsaan “Selametan Bumi”. Festival tersebut memuat berbagai kegiatan budaya dari seluruh etnis yang mendiami Banyuwangi. 

 

Pada tahun ini, Suku Mandar menjadi tuan rumah Festival Kebangsaan “Selametan Bumi”. Suku Mandar sendiri merupakan salah satu etnis yang menghuni Banyuwangi dan berpusat di Kelurahan Kampung Mandar. Rangkaian acara dimulai pada Jumat siang (17/11) dengan Kirab Adat Tradisi Nusantara.

 

Barisan kirab berjalan dari lingkungan Kampung Mandar menuju Gesibu Blambangan. Warna-warni busana adat nusantara dan tabuhan musik etnik membuat suasana siang itu semarak. Dalam kesempatan tersebut, hampir seluruh suku yang mendiami Banyuwangi turut tampil, di antaranya Suku Jawa, Madura, Bali, Mandar, Cina, Osing, bahkan Papua. 

 

Kirab Adat Tradisi Nusantara ini sangat unik karena mempertemukan berbagai kebudayaan dalam satu momen. Meski tak seirama, sahut-sahutan musik khas tiap suku beserta tariannya tumpah ruah di sepanjang rute kirab. Hal itu sontak membuat masyarakat terkagum dan tak sedikit dari mereka yang ikut mengabadikan momen itu. 

 

Acara inti dan upacara pembukaan akan dilaksanakan pada tanggal 18 November di Gesibu Blambangan mulai pukul 19.00 WIB. Gelaran selamatan bumi kali ini cukup istimewa lantaran dihadiri oleh Didik Nini Thowok sang maestro tari Indonesia. 

 

Festival ini merupakan momen yang sangat berharga bagi para penikmat sajian budaya. Selain dapat merayakan semangat kebhinekaan, melalui festival ini masyarakat juga dapat belajar kebudayaan lintas etnis.